BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Genteng – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kabupaten Banyuwangi terus bergerak melakukan penanganan stunting. Melalui Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat, mereka memfasilitasi bahan pangan untuk mendukung penanganan stunting di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi Jumat (2/12).
Plt Kepala Dispertapa Banyuwangi M Khoiri melalui Kabid Ketahanan Pangan Abdul Halim mengatakan, dalam kegiatan kali ini membagikan bantuan untuk keluarga rawan stunting. “Bantuan yang kita berikan salah satunya paket makanan sehat,” katanya.
Setiap keluarga rawan stunting, terang dia, mendapatkan dua paket makanan sehat. Selain itu, ada beberapa bantuan lain yang diberikan, yakni bibit tanaman cabai dan bibit bawang merah dalam polybag, pupuk organik cair (POC), serta satu set instalasi budi daya hidroponik. “Bantuan ini stimulant, kami berharap dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mencukupi gizi keluarga,” katanya.
Para para keluarga rawan stunting, Halim berpesan bantuan bibit tanaman yang diberikan, dipelihara dengan baik hingga dewasa dan dapat dipetik hasilnya. “Harus dipelihara keberlanjutannya, jangan sampai mandek, untuk pemeliharaan dan perawatan bisa minta tolong Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL),” ujarnya.
Tujuan diberikan bantuan bibit tanaman itu, terang dia, agar masyarakat penerima bantuan dapat belajar merawat tanaman tersebut. “Agar mereka merasa memiliki, dan akhirnya ikut merawat tanaman tersebut,” terangnya.
Program penanganan stunting, jelas dia, ini program nasional. Khusus di Kabupaten Banyuwangi, sudah ada tim dari beberapa dinas yang saling gotong royong dalam penanganan stunting, termasuk Dispertapa. “Kita garap stunting bersama-sama,” cetusnya.
Masalah stunting, lanjut Halim, seluruh desa di Indonesia berpotensi mengalami masalah yang sama. Dan pencegahan stunting, itu dimulai dari pasangan subur, ibu hamil, ibu menyusui, sampai anak usia di bawah dua tahun. “Mari kita jaga keluarga kita,” pintanya.
Dalam acara yang dihadiri puluhan ibu-ibu dari keluarga rawan stunting itu, tidak hanya menyerahkan bantuan, tapi juga dibekali materi merawat tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik. “Pematerinya Andila Purnomo dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Giri,” sebut Halim.(cw3/abi)
Editor : Agus Baihaqi