Seminar bertajuk ”Membangun Pola Pikir Ci-El dalam pengembangan ASN dan Masyarakat Umum Banyuwangi” tersebut dibuka langsung oleh Bupati Ipuk Fiestiandani. Selain itu turut hadir Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono. Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) itu bertujuan untuk meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN). Khususnya dalam bidang manajemen.
Seminar yang dimulai pukul 10.00 hingga 12.00 itu diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan. Antara lain kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), camat se-Banyuwangi, lurah wilayah kerja Banyuwangi, kepala puskesmas se-Banyuwangi, dan pejabat Eselon III dan IV. Seluruh peserta seminar tampak fokus mengikuti materi yang disampaikan secara gamblang oleh Hermawan Kartajaya.
Bupati Ipuk Fiestiandani dalam sambutannya mengatakan, Pemkab Banyuwangi sigap dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). ”Dengan fokus ke SDM, kita meningkatkan daya saing warga, sehingga dapat mengatrol kesejahteraan di tengah tantangan ekonomi yang tidak ringan,” ujarnya.
Ipuk memaparkan beberapa upaya masif yang dilakukan oleh pemkab dalam meningkatkan SDM di berbagai bidang. Seperti bidang kesehatan, pendidikan, dan program keahlian lainnya. Salah satu upaya di bidang kesehatan yakni menggerakkan semua sektor untuk pencegahan dan penanganan stunting, Covid-19, menurunkan kematian ibu dan bayi, serta lainnya. Sedangkan untuk bidang pendidikan terdapat program 4 SAS (Siswa Asuh Sebaya, Sekolah Asuh Sekolah, Sekolah Asuh Sungai, dan Sekolah Asuh Stunting)
Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan berbagai skema program dalam meningkatkan kemampuan masyarakat Banyuwangi. Seperti melalui Jagoan Banyuwangi (Jagoan Tani, Jagoan Bisnis, Jagoan Digital), Teman Usaha Rakyat, Freelance Hack, dan Banyuwangi Ayo Kursus.
Menurut Ipuk, seminar yang dilaksanakan di Pendapa Shaba Swagata tersebut diharapkan mampu memberikan suasana baru bagi para peserta. ”Acara seperti ini secara reguler kami gelar untuk me-refresh dan men-charge untuk menumbuhkan semangat baru dalam melaksanakan tugas sehari-hari,” kata istri Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas tersebut.
Ipuk mengakui kualitas SDM pemerintah merupakan kunci dari kesuksesan pengelolaan pemerintahan. Maka, Pemkab Banyuwangi sangat serius dalam menyeleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) daerah. ”Kami mohon arahan dari Bapak Hermawan Kartajaya, untuk me-refresh kami semua yang ada di sini, untuk menumbuhkan semangat baru dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” tutur Ipuk.
Sementara itu, pemateri seminar Hermawan Kartajaya mengakui potensi yang dimiliki Banyuwangi sangat besar. Baik dari segi alam hingga SDM. Tak terkecuali para ASN yang diundang dalam acara tersebut.
Namun, Hermawan mengingatkan para ASN untuk tidak terlena dengan kenyamanan yang dirasakan sekarang. ”Para teman-teman ASN jangan terlena dengan kondisi sekarang, karena bisa jadi kehilangan kemampuan berinovasi, kreatif, dan solutif,” katanya.
Menurut Hermawan, orang pintar itu memiliki kemampuan yang unik. Salah satunya dapat membuat lawakan yang berkualitas. ”Orang pintar itu lucunya bermutu. Kalau tidak kreatif dan inovatif tidak akan bisa buat candaan seperti itu. Karena kreatif itu adalah ide yang tidak dimiliki yang lain,” pungkasnya. (cw4/sgt/c1) Editor : Ali Sodiqin