Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sehari Sabet 3 Penghargaan, BWI Satu-satunya Daerah Sangat Cettar di Jatim

Ali Sodiqin • Sabtu, 29 Oktober 2022 | 03:33 WIB
DUA SRIKANDI: Bupati Ipuk menerima piagam penghargaan dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Kamis (27/10). (Dini untuk Radar Banyuwangi)
DUA SRIKANDI: Bupati Ipuk menerima piagam penghargaan dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Kamis (27/10). (Dini untuk Radar Banyuwangi)
SURABAYA, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Satu-satunya di Jatim. Di antara 38 pemerintah kabupaten dan kota se-provinsi paling timur di Pulau Jawa, hanya Pemkab Banyuwangi yang berhasil mendapatkan predikat ”Sangat Cettar” dalam puncak Jatim Bureaucracy Fest 2022 yang dihelat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Ipuk Fiestiandani di Surabaya, Kamis (27/10).

Sekadar diketahui, ”Cettar” sendiri merupakan akronim dari visi Jatim yang berarti Cepat, Efektif, Tanggap, Transparansi, dan Responsif.

Gubernur Khofifah mengatakan, penghargaan tersebut diberikan kepada pemkab maupun pemerintah kota (pemkot) di Jatim yang memiliki kinerja terbaik dalam budaya kerja melalui aplikasi Sibekisar (Sistem Integritas Bersama Kinerja Implementasi Budaya Cettar). ”Hal ini sebagai upaya mengukur budaya kerja yang Cettar. Menunjukkan kecepatan kerja, kecepatan melayani dan kecepatan responsif,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, budaya kerja Cettar akan dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja. ”Sehingga, perubahan yang menjadi harapan masyarakat bisa tercapai,” tegasnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono menegaskan, penilaian Sibekisar tersebut dilakukan terhadap 38 kabupaten/kota di Jatim. ”Ada dua daerah yang meraih predikat Cukup Cettar, 35 daerah dengan predikat Cettar, dan Banyuwangi jadi satu-satunya yang meraih predikat Sangat Cettar,” terangnya.

Bupati Ipuk menuturkan, apresiasi dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa merupakan pelecut semangat bagi Banyuwangi untuk terus berbenah. ”Terima kasih kepada Ibu Khofifah. Beliau sangat intens memotivasi dan membersamai para bupati/wali kota untuk berinovasi, meningkatkan pelayanan publik,” tuturnya.

Sementara itu, di hari yang sama, Banyuwangi juga menerima dua penghargaan dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT) Abdul Halim Iskandar. Penghargaan diserahkan Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar di KRI Makassar, Markas Koarmada II, Surabaya, dalam acara Launching Lembaga Keuangan Mikro BUMDesMA kemarin.

Pertama, penghargaan diberikan kepada Ipuk atas komitmen dan kerja keras dalam membangun seluruh desa di Banyuwangi sehingga meraih predikat desa maju dan mandiri. Selain itu, Banyuwangi juga meraih penghargaan madya atas capaian dalam mentransformasi secara keseluruhan (100 persen) pengelolaan dana bergulir masyarakat eks PNPM-MPd menjadi BUM Desa Bersama (BUMDesMA).

Ipuk mengatakan, berbagai penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat Banyuwangi. ”Ini adalah prestasi bersama masyarakat Banyuwangi. Atas gotong royong, kerja sama, dan kerja keras bersamalah, berbagai prestasi ini bisa diraih,” ungkapnya.

Meskipun demikian, Ipuk mengimbau kepada seluruh stakeholder di Banyuwangi untuk tidak berpuas diri. ”Khususnya kepada teman-teman birokrasi. Terus berinovasi dan memberikan pelayanan yang terbaik. Masih banyak PR yang harus diselesaikan. Jangan terlena dengan berbagai penghargaan. Justru, jadikan ini sebagai pelecut kita semua,” pungkasnya. (sgt/c1 Editor : Ali Sodiqin
#bupati ipuk #reward #banyuwangi #gubernur jatim