Menurut Said, pertemuan Puan dan Airlangga direncanakan digelar pada pekan depan. “Insya Allah dalam satu-dua minggu ini,” tutur Said Abdullah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (27/9/2022).
"Itu lebih kepada kecocokan waktu, dan kami sudah komunikasi dengan Pak Airlangga,” kata Utut.
Rencana pertemuan ini merupakan tindak lanjut gagalnya pertemuan pada bulan lalu. Saat itu, Airlangga berhalangan bertemu Puan karena mendampingi Presiden Joko Widodo di Lampung. Setelah itu, pertemuan rencana pertemuan kembali dirancang kedua belah pihak.
Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengakui, salah satu hal yang akan dibahas Airlangga dan Puan yakni soal Pemilu 2024. Namun, ia mengaku, pembahasan pemilu oleh kedua pimpinan parpol wajar dilakukan karena merupakan salah satu persoalan bangsa. Terlebih, baik Airlangga maupun Puan mewakili partainya masing-masing.
Kedua tokoh diprediksi bakal menjadi penentu Pilpres 2024. Sebab, Airlangga sendiri menjadi motor terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang berisi Golkar, PAN, dan PPP. Koalisi ini sudah memenuhi syarat pencalonan presiden.
Di sisi lain, Puan digadang-gadang bakal diusung PDIP sebagai calon presiden 2024. Tanpa berkoalisi, PDIP sudah cukup untuk mengusung pasangan calon di Pilpres 2024.
Terlebih, safari politik Puan merupakan mandat dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Artinya, dalam setiap pertemuan dengan ketua umum partai, Puan mewakili Megawati sebagai representatif PDIP.
Baik Airlangga maupun Megawati, disebut sebagai king atau queen maker di Pilpres nanti, selain Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Peneliti LSI Denny JA Adjie Alfarabi pernah menyebut, dari tiga tokoh tersebut, Airlangga menjadi King Maker paling lengkap.
"Karena selain mempunyai kapasitas untuk menjadi king maker di 2024, Airlangga Hartarto masih punya potensi menjadi capres maupun cawapres," kata Adjie. (*) Editor : Gerda Sukarno Prayudha