Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ekonomi Banyuwangi Rebound Naik 7,66 Persen

Ali Sodiqin • Senin, 14 Maret 2022 | 17:00 WIB
ekonomi-banyuwangi-rebound-naik-766-persen
ekonomi-banyuwangi-rebound-naik-766-persen


BANYUWANGI – Perekonomian masyarakat Banyuwangi berhasil rebound. Setelah sempat mengalami kontraksi hingga sebesar 3,58 persen di tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi kembali membubung hingga sebesar 4,08 persen pada tahun lalu.



Artinya, jika dikalkulasi, hanya dalam tempo setahun, pertumbuhan ekonomi kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini rebound sebesar 7,66 persen.



Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuwangi melansir, perekonomian Banyuwangi berdasar besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2021 mencapai Rp 85,92 triliun. Sedangkan atas dasar harga konstan tahun 2010, perekonomian Banyuwangi mencapai Rp 55,47 triliun.



Sekadar diketahui, PDRB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada tahun tertentu sebagai tahun dasar.



Kepala BPS Banyuwangi Tri Erwandi mengatakan, ekonomi Banyuwangi tahun 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 4,08 persen setelah sebelumnya mengalami kontraksi sebesar 3,58 persen di tahun 2020. ”Dari sisi produksi, lapangan usaha industri pengolahan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,03 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 2,72 persen,” ujarnya melalui rilis resmi statistik BPS Banyuwangi.



Tri menuturkan, jika dilihat dari sisi produksi, struktur PDRB Banyuwangi tahun 2021 didominasi lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 29,13 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 65,46 persen.



Menurut lapangan usaha, kata Tri, pertumbuhan terjadi pada hampir semua lapangan usaha, kecuali administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial serta transportasi dan pergudangan yang mengalami kontraksi masing-masing sebesar 0,86 persen dan 0,42 persen. ”Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah industri pengolahan sebesar 8,03 persen dan informasi dan komunikasi sebesar 7,51 persen,” kata dia.



Sementara itu, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan serta perdagangan besar-eceran, reparasi mobil, dan sepeda motor yang memiliki peran yang tinggi juga mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 1,71 persen dan 7,13 persen. ”Beberapa lapangan usaha lainnya yang tumbuh tinggi di antaranya pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang sebesar 5,80 persen, jasa lainnya sebesar 5,63 persen, dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 4,65 persen,” tutur Tri.



Masih menurut Tri, struktur PDRB Banyuwangi atas dasar harga berlaku tahun 2021 masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 29,13 persen. Selama tiga tahun terakhir, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan mendominasi struktur PDRB menurut lapangan usaha dengan kontribusi hampir 30 persen.



Selain itu, lapangan usaha lainnya yang memiliki peran dominan antara lain perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 16, 63 persen, konstruksi sebesar 13,84 persen, serta industri pengolahan sebesar 12,32. Besaran kontribusi tiga lapangan usaha tersebut relatif tidak berubah selama 2019–2021. ”Kontribusi dari empat lapangan usaha yakni pertanian, kehutanan, dan perikanan, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, konstruksi, serta industri pengolahan mencapai 71,92 persen dari total PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2021,” bebernya.



Sementara itu, menurut pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tahun 2021 tumbuh sebesar 4,08 persen. Pertumbuhan terjadi pada semua komponen pengeluaran, yakni komponen pembentukan modal tetap bruto sebesar 2,72 persen, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 2,60 persen, komponen pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) sebesar 1,92 persen, dan komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 0,77 persen. ”Kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan kondisi tahun 2020 pada saat terjadi pandemi Covid-19 fase awal. Pada tahun 2020 hanya komponen pengeluaran LNPRT yang tumbuh sebesar 0,21 persen, sementara komponen pengeluaran mengalami kontraksi,” tutur Tri.



Secara komparatif, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tahun 2021 lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi Jatim yang mencapai 3,57 persen. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tersebut juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 3,69 persen. 


Editor : Ali Sodiqin
#pemkab banyuwangi #banyuwangi rebound #pemulihan ekonomi #pasca pandemi