Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

ASN yang Terpapar Covid Diminta Work From Home

Ali Sodiqin • Sabtu, 26 Februari 2022 | 00:00 WIB
asn-yang-terpapar-covid-diminta-work-from-home
asn-yang-terpapar-covid-diminta-work-from-home


BANYUWANGI – Sebaran kasus Covid-19 terus meluas hingga di atas 1.000 kasus aktif. Selain masyarakat umum dan siswa, beberapa aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyuwangi banyak yang terkonfirmasi terpapar virus korona.



Untuk mengurangi dampak penyebaran, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas meminta kepada ASN dan pegawai yang bergejala seperti flu dan demam untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Termasuk ASN yang sudah dinyatakan positif Covid-19.



”Beberapa dinas kami banyak yang pegawainya terpapar Covid-19. Mereka kita minta menjalani isolasi mandiri. Beberapa ASN lainnya harus WFH agar penyebaran Covid tidak semakin meluas menjadi klaster baru,” kata Ipuk ditemui usai menghadiri pelatihan ”Hipmi Berbagi Coffee Roasting” di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (16/2).



Menurut Ipuk, meluasnya kasus Covid terjadi hampir di semua wilayah di Indonesia. Karakteristik varian Omicron memicu penularan sangat cepat. Di sisi lain warga yang terpapar Covid begitu cepat sembuh. ”Klaster tidak hanya ada di Banyuwangi, tapi juga di seluruh Indonesia. Ada yang tiga hari sakit, ketika di-swab sudah sembuh. Ada yang satu minggu sudah sembuh,” kata Ipuk.



Meski penularan virus Covid-19 cukup meluas, namun tidak sampai mengganggu jalannya administrasi pemerintahan di Banyuwangi. Ipuk meminta kepada pegawai yang sudah menunjukkan gejala flu untuk segera beristirahat dan memilih bekerja dari rumah. ”Yang terpapar mulai level staf, kabid, hingga kepala SKPD. Virus ini bisa menyerang siapa saja,” imbuhnya.



Melihat tingginya angka Covid, pelaksanaan sejumlah kegiatan seperti rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest) dan Banyuwangi Rebound diharapkan tidak mengundang kerumunan massa. ”Kita masih evaluasi. Untuk sekolah misalnya, sudah ada beberapa yang kembali daring. Kalau kasusnya nol, sekolah tetap bisa menyelenggarakan PTM. Jika kegiatan bisa diselingi dengan vaksinasi seperti Hipmi Berbagi Coffee Roasting, saya rasa masih bisa dilanjutkan. Orang datang, tapi mereka juga ikut vaksin,” pungkasnya.


Editor : Ali Sodiqin
#pemkab banyuwangi #vaksin covid-19