GENTENG – Sehari setelah dapur rumah milik Buana, 70, warga Dusun Cangaan, RT 3, RW 2, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi ambruk diterjang angin dan hujan, para tetangga masih berdatangan untuk bersih-bersih. Di antara warga, juga ada yang membawa material, Rabu (17/11).
Di antara warga itu, ada yang membenahi bangunan rumah korban yang telah ambruk. Selain itu, juga ada yang datang sambil membawa sembako. “Tetangga kita ajak bersih-bersih dan membantu,” cetus Kepala Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Suhadak.
Menurut Suhadak, beberapa waktu lalu di dusunnya ada program Jasmas dari PKS. Kebetulan, rumah Buana tidak masuk pencatatan. Itu karena jumlahnya terbatas, dan pencatatan dilakukan petugas dari partai. “Kita juga tidak tahu program jasmas itu,” ungkapnya.
Kepedulian tidak hanya datang dari tetangga, Ketua DPC PKB Banyuwangi, Abdul Malik Syafaat bersama jajarannya juga datang ke rumah Buana, kemarin. Dalam kunjungan itu, kiai nyentrik ini menyatakan akan menanggung menanggung semua biaya untuk perbaikan rumah Buana. “Intinya, PKB akan tanggung total,” jelasnya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, rumah milik Buana, 70, di Dusun Cangaan, RT 3, RW 2, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, ambruk sekitar pukul 13.00 pada Selasa siang (16/11). Bangunan rumah yang ambruk itu, bagian belakang yang dibuat untuk dapur. Selama ini, rumah itu ditempati 10 orang, Selain Buana, ada dua anak dan satu menantu, serta enam orang cucu, dan semuanya selamat. “Di rumah ada 10 orang, saya luka di punggung karena tertimpa kayu belandar,” terang Reni Hidayani, 37, anak kedua Buana.(abi)
Editor : Ali Sodiqin