Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kunjungi Banyuwangi, Dua Kepala Daerah Sharing Program

Ali Sodiqin • Sabtu, 13 November 2021 | 17:35 WIB
kunjungi-banyuwangi-dua-kepala-daerah-sharing-program
kunjungi-banyuwangi-dua-kepala-daerah-sharing-program


BANYUWANGI – Dua kepala daerah berkunjung ke Banyuwangi kemarin (11/11). Bupati Cianjur Herman Suherman dan Bupati Malang M. Sanusi datang ke Banyuwangi untuk sharing berbagai program pemerintahan dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.



Dua kepala daerah tersebut disambut hangat oleh Bupati Ipuk di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Dalam pertemuan hangat tersebut, Ipuk bersama dua koleganya saling melempar pujian atas prestasi yang telah diraih oleh masing-masing kepala daerah.



Ipuk menuturkan, pihaknya harus banyak belajar bagaimana misalnya Cianjur bisa menghasilkan produk pertanian yang berkualitas. ”Pun juga pada Kabupaten Malang yang juga sudah tersohor lebih dulu dibanding Banyuwangi. Terima kasih sudah berkunjung ke Banyuwangi,” ujarnya.



Menurut Ipuk, kunjungan ini merupakan pertemuan yang penting bagi semua pihak. Karena, masing-masing bisa ”mencuri ilmu” dari kelebihan yang dimiliki daerah lainnya. ”Ini akan menginspirasi kita semua, kita bisa saling tukar ide. Apa kelebihan Banyuwangi, bisa ditiru yang lain. Banyuwangi juga sama, kelebihan Malang dan Cianjur akan kita adaptasi untuk membangun Banyuwangi,” kata dia.



Bupati Cianjur Herman Suherman menjelaskan bahwa dirinya tertarik ke Banyuwangi untuk belajar berbagai inovasi yang telah ditelurkan Banyuwangi, terutama masalah pelayanan publik. ”Kemajuan di berbagai bidang yang diraih Banyuwangi membuat kami tertarik untuk belajar ke Banyuwangi. Tak tanggung-tanggung, kami bawa 54 orang jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) kami agar bisa saling tukar ilmu,” jelas Herman.



Secara khusus, Herman mengaku tertarik dengan cara Banyuwangi menjadikan keterbatasan yang dimilikinya justru menjadi trigger untuk menghasilkan inovasi. ”Kami telah banyak membaca buku tentang inovasi Banyuwangi yang ditulis Pak Azwar Anas yang bercerita kiat Banyuwangi berinovasi di tengah keterbatasannya. Saya mengajak banyak OPD agar mereka bisa menyerap spirit Banyuwangi, agar mereka mendapatkan pemahaman dan memiliki gelombang yang sama,” kata Herman.



Sementara itu, Bupati Malang M. Sanusi hadir ke Banyuwangi bersama Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto dan Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi. Dalam kesempatan itu, Wabup Didik mengaku terkesan dengan apa-apa yang sudah dilakukan oleh Banyuwangi, termasuk manajemen birokrasi di dalamnya. ”Yang mengesankan bagi kami adalah bagaimana OPD di Banyuwangi bisa saling bergandengan tangan, saling sinergis, dan saling mendukung mewujudkan apa yang menjadi prioritas pembangunan di daerahnya. Misalnya, dulu bagaimana OPD bisa menjadi ”Dinas Pariwisata”, semua berpromosi tentang Banyuwangi, tidak hanya Dinas Pariwisata saja. Dan saat ini semua dinas di Banyuwangi bersama-sama fokus melakukan pemulihan ekonomi. Pola manajemen semacam ini patut kita tiru,”ujar Gatot.  



Gatot menuturkan, pihaknya tengah menggarap sektor pariwisata untuk dikembangkan di Kabupaten Malang, termasuk juga pembenahan akses dan infrastruktur. ”Masalah pariwisata kami harus banyak belajar kemari. Banyuwangi dan Kabupaten Malang ini kan topografinya hampir sama, namun Banyuwangi bisa mengembangkannya dengan baik. Kami perlu belajar kiat-kiatnya, termasuk bagaimana memberikan dukungan sarpras di sana,” pungkasnya.


Editor : Ali Sodiqin
#bupati ipuk #pemkab banyuwangi