RadarBanyuwangi.id – Layanan bebas biaya pengiriman alias ongkos kirim (ongkir) gratis ke seluruh Indonesia yang difasilitasi Pemkab Banyuwangi disambut antusias para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di Banyuwangi. Betapa tidak, program ini bermanfaat menekan harga jual yang ujung-ujungnya meningkatkan daya saing produk-produk pelaku usaha mikro di Bumi Blambangan.
Hal itu terungkap saat Bupati Ipuk Fiestiandani mengunjungi Kantor Pos Banyuwangi kemarin (26/4). Ipuk datang untuk meninjau pelaksanaan program bantuan ongkir gratis kepada pelaku usaha mikro dan kecil di Banyuwangi tersebut.
Sebagaimana diketahui, fasilitas ongkir gratis tersebut terealisasi setelah Bupati Ipuk Fiestiandani meneken kesepakatan bersama Kepala PT Pos Indonesia Regional Jatim Adi Sunarno, Kamis (22/4). Melalui program tersebut, Pemkab Banyuwangi bakal menanggung seluruh ongkir produk hasil usaha mikro-kecil lokal yang bakal dikirimkan ke berbagai daerah di tanah air.
Artinya, para pelaku usaha mikro dan kecil bisa menjual produknya ke berbagai pelosok tanah air tanpa perlu mengeluarkan kocek atau membebankan ongkos kirim (ongkir) kepada konsumen. Kebijakan ini diambil Bupati Ipuk untuk mendorong pemulihan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing produk hasil usaha mikro dan kecil Banyuwangi
Sementara itu, sejumlah pelaku usaha mikro-kecil di Banyuwangi mulai memanfaatkan program gratis ongkir seluruh Indonesia yang digagas Pemkab Banyuwangi. Mereka antusias menyambut program pertama di Indonesia yang difasilitasi pemerintah daerah tersebut.
Seperti dilakoni salah satu pelaku usaha makanan olahan Nisha Amira. Selama ini dia sering mengirim produknya ke beberapa kota di tanah air. Namun setelah memanfaatkan layanan gratis ongkir tersebut, order yang dia terima semakin banyak. ”Alhamdulillah, program ini sangat membantu saat orderan dari luar kota berdatangan. Saat saya kasih tahu kalau ada gratis ongkir, pelanggan langsung menambah pesanannya,” ujarnya.
Program gratis ongkir ini, kata Nisha, berhasil meningkatkan order dari luar kota. Di tengah larangan mudik, banyak orang memilih mengirim oleh-oleh ke kerabatnya sebagai obat rindu. Nisha mendapat berkah, karena banyak pelanggan yang akhirnya order ulang untuk dikirim ke kerabatnya yang lain. ”Banyak pelanggan yang kirim produk dari saya ke saudara-saudaranya karena tidak bisa pulang. Setelah tahu ada gratis ongkir, mereka memberi tahu kerabatnya yang lain, dan akhirnya ikut order ke saya juga,” kata dia.
Pelaku usaha lainnya, yakni Awalul, mengirimkan paket makanannya ke Surabaya, Bali, Malang, dan Cirebon. Produksinya berupa keripik ikan, tahu krispi sambal petis, sale pisang balur tepung, dan banana strip salut cokelat milo. ”Ini sangat membantu kami,” kata Awalul.
Pelaku usaha lain, Endang Sulistiawati, juga memanfaatkan program ini dengan mengirim produk rambak ikan ke Kudus dan Bandung. ”Kami mulai menggeliat kembali. Dulu per hari melayani 100 bungkus. Setelah pandemi sempat terhenti. Sekarang, pesanan mulai berdatangan. Belum sebanyak dulu, baru sepaonya, tapi Alhamdulillah mulai banyak. Semoga ongkir gratis semakin memantapkan usaha kami,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani senang karena program tersebut bisa membantu usaha mikro-kecil. Apalagi mendengar langsung dari usaha mikro-kecil bahwa program ini bisa menambah produksi yang berujung pada peningkatan penghasilan. ”Kami upayakan yang terbaik untuk usaha mikro-kecil. Ada bantuan alat usaha gratis, pendampingan lewat Teman Usaha Rakyat, pelatihan, promosi, dan sebagainya, plus sekarang tambah ongkir gratis. Kita bersama-sama melewati masa sulit ini,” ujarnya.
Ipuk menuturkan, program ini merupakan salah satu upaya pemkab membantu pemulihan ekonomi pelaku usaha mikro-kecil di Banyuwangi. ”Ayo pelaku usaha mikro-kecil gencar berpromosi di media sosialnya, lewat WhatsApp, di beberapa marketplace, dan sebagainya; kami yang tanggung biaya kirimnya,” beber Ipuk.
Kepala Kantor Pos Cabang Banyuwangi Vicky Vidianto menjelaskan, program ini mulai diberlakukan sejak kemarin (26/4). ”Sudah mulai banyak usaha mikro-kecil yang memanfaatkan program ongkir gratis yang dibiayai Pemkab Banyuwangi ini. Banyak pula pelaku usaha yang datang untuk bertanya,” ujarnya.
Vicky menjelaskan, pelaku usaha hanya perlu membawa salah satu syarat, yakni Nomor Induk Berusaha (NIB), atau surat keterangan usaha dari kelurahan bagi yang belum memiliki NIB. ”Tinggal tunjukkan KTP dan NIB atau SKU, bisa ongkir gratis dari 23 kantor pos se-Banyuwangi,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)
Editor : Ali Sodiqin