Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lewat Smart Santri, Pemkab Ajak ASN dan Warga Mengaji Kitab Kuning

Ali Sodiqin • Sabtu, 13 Maret 2021 | 03:00 WIB
lewat-smart-santri-pemkab-ajak-asn-dan-warga-mengaji-kitab-kuning
lewat-smart-santri-pemkab-ajak-asn-dan-warga-mengaji-kitab-kuning


BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi mulai menggeber event Smart Santri. Rangkaian pengajian kitab kuning yang digelar secara hybrid alias memadukan sistem daring (online) dan luring (offline) ini bakal digelar secara reguler. Yakni dua kali dalam sebulan di setiap Rabu malam.



Melalui Smart Santri, kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum dapat menyimak pengajian kitab kuning secara daring melalui aplikasi Zoom atau channel YouTube. Sedangkan sejumlah pejabat ikut mengaji secara langsung di lokasi kegiatan.



Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengatakan, kegiatan Smart Santri merupakan bagian dari upaya penguatan spiritualitas warga Banyuwangi. Dia pun mengajak kalangan ASN dan masyarakat umum untuk mengaji kitab kuning yang selama ini menjadi bagian pembelajaran di pesantren.



Ipuk menuturkan, melalui kegiatan tersebut pihaknya tidak bermaksud membuat semua ASN menjadi santri. ”Tetapi, paling tidak, akan mendapatkan siraman rohani sebagaimana para santri. Sehingga akan memperkuat spiritualitas kita, iman kita, yang nantinya akan memperbaiki produktivitas dalam hidup kita semua,” ujarnya saat membuka acara Smart Santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Falah, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, Rabu malam (10/3).



Menurut Ipuk, Smart Santri digelar secara hybrid bukan hanya bertujuan untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes). Lebih dari itu, pengajian yang digelar dengan secara online dan offline sekaligus itu juga untuk melakukan efisiensi waktu. ”Kami berikhitiar agar acara ini menjadi sarana untuk belajar secara efisien dan smart. Dengan cara ini kita akan belajar kitab-kitab yang diajarkan di pesantren,” tuturnya.



Acara Smart Santri bakal digelar dua kali dalam sebulan di tiap Rabu malam. Pengajian digelar secara berpindah-pindah dari satu pesantren ke pesantren yang lain dan melibatkan kiai-kiai di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. ”Semoga kita diberikan keistikamahan untuk mengikuti acara ini. Sehingga diberikan ilmu yang bermanfaat serta bertambahnya keimanan,” pungkas Ipuk.



Rais Syuriyah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi KH Zainullah Marwan yang mengawali gelaran Smart Santri mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab seorang pemimpin terhadap bawahannya. Tidak sekadar dalam konteks profesional pekerjaan, tapi juga memperkuat kerohanian para bawahannya.



Kiai Marwan menambahkan, pada hakikatnya semua makhluk, termasuk manusia, diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. ”Namun, bukan berarti kita tidak boleh bekerja. Kita harus bekerja. Tapi, harus meniati segala pekerjaan kita sebagai bagian ibadah kepada Allah. Di sinilah, bentuk tanggung jawab seorang pemimpin. Bagaimana dengan ngaji ini, akan memberikan pemahaman bahwa pekerjaan kita adalah ibadah kepada Allah,” jelas Pengasuh Pesantren Al-Falah tersebut.



Pada gelaran Smart Santri yang pertama ini, kitab yang dikaji adalah Kitab Hikam karya Syekh Ibnu Athoilah al-Askandari. Kitab yang ditulis oleh ulama sufi ini banyak dibaca oleh kalangan pesantren di Nusantara dan tidak sedikit yang menjadikannya sebagai pegangan dalam menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat. Isinya berupa nasihat-nasihat hikmah yang luhur.



Sementara itu, narasumber pengajian Smart Santri edisi perdana, yakni Kiai Ali Hasan Syadili mengatakan, Kitab Hikam tersebut adalah bentuk jamak (plural) dari hikmah yang artinya kebijakan. ”Semoga kita semua yang mengaji ini, diberikan kebijaksanaan oleh Allah SWT. Karena sesungguhnya, kebijaksanaan itu, semata-mata hanya diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang hanya Ia kehendaki,” terang kiai asal Ponpes Mambaul Ulum, Sumberberas, Muncar tersebut. (sgt/afi/c1)



Editor : Ali Sodiqin
#pemkab banyuwangi