JawaPos.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi yang membaca buku Creative Collaboration dan Anti Mainstream Marketing dari sudut pandang seorang antropolog. Menurutnya sebagai seorang antropolog, Andang Subaharianto telah menangkap dengan lebih detail tidak hanya isi, tetapi mulai dari desain dan warna yang memang sangat dipersiapkan konsepnya.
”Terima kasih Pak Andang, hal ini sangat membantu untuk melihat buku tersebut dari berbagai perspektif,”ungkap Anas.
Hal itu disampaikan Bupati Anas saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Pengantar Purnatugas Bupati Banyuwangi yang dikemas dalam acara bertajuk ”Bincang Buku Creative Collaboration dan Anti Mainstream Marketing” di Auditorium Untag Banyuwangi, Kamis sore (11/2).
Dalam forum yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Untag, baik secara luring, virtual melalui Zoom Meeting, dan live streaming melalui YouTube itu, Rektor Untag Banyuwangi Andang Subaharianto menjadi pemantik. ”Cover buku ini saya kira tidak sembarangan. Perpaduan antara warna merah dan hijau ini adalah simbol dari kiprah kepemimpinan beliau, nasionalis-religius,” ungkap Andang.
Buku-buku Bupati Anas, mulai Anti Mainstream Marketing, Creative Collaboration, dan Inovasi Banyuwangi, menurut Andang, merupakan landasan teoretis dari apa yang saya sebut sebagai anasnomic. ”Buku-buku yang wajib dibaca oleh para mahasiswa dan calon pemimpin masa depan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Andang juga memohon izin untuk menyampaikan lamaran pada Bupati Anas jika berkenan menjadi dosen luar biasa di Untag Banyuwangi. Khususnya di Program Studi (Prodi) Administrasi Publik dan Manajemen.
Menurut Andang, dengan membaca buku Anas ada banyak inspirasi yang bisa didapat. ”Selain enak dibaca, renyah tur gurih,” ujarnya.
Jika Anas bisa hadir di kelas berhadapan dengan anak-anak muda penerus bangsa, imbuh Andang, siapa tahu di antara mereka ada yang memiliki takdir seperti beliau menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan membawa manfaat besar bagi masyarakat yang dipimpin.
”Soal ilmu dengan membaca buku, bisa didapatkan. Tetapi inspirasi kadang tidak muncul dari teks mati dalam buku, tetapi teks hidup yang disampaikan secara lisan, dari bahasa tubuhnya, emosinya. Memperhatikan presentasi beliau, kita dapat melihat optimisme luar biasa,” papar Andang.
Bak gayung bersambut. Menanggapi lamaran Rektor Untag, Anas menyatakan siap untuk Untag Banyuwangi. ”Saya siap diundang mengajar mahasiswa di kampus Untag ini,” ujar Anas.
Sementara itu, turut hadir melalui Zoom Meeting, ratusan peserta yang ingin menyaksikan perbincangan Bupati Anas dan Rektor Untag, dua tokoh inspiratif di Banyuwangi. Keduanya telah melahirkan karya buku sebagai jejak untuk keabadian. Partisipan yang hadir secara virtual terdiri dari unsur dosen, mahasiswa, dan masyarakat di dalam dan luar kota Banyuwangi.
Hadir pula secara virtual, Sonny T. Danaparamita, anggota Komisi VI DPR RI yang juga Ketua Dewan Kehormatan Perpenas 17 Agustus 1945 Banyuwangi. Sonny ikut menegaskan permintaan Rektor Untag untuk melamar Bupati Anas menjadi dosen di Untag Banyuwangi.
Kegiatan bincang buku tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi dan Untag Banyuwangi. PKS tentang Peningkatan Mutu Bidang Pendidikan dan Pemberian Bantuan Sosial kepada Masyarakat berupa Biaya Pendidikan melalui Beasiswa bagi Mahasiswa Terdampak Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Banyuwangi itu, ditandatangani oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno dan Rektor Untag Banyuwangi.
PKS itu sebagai bentuk atensi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk keberlangsungan pelaksanaan program kegiatan belajar-mengajar bagi mahasiswa terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) untuk peningkatan kualitas sumber daya putra daerah Banyuwangi, yang memiliki kompetensi akademik dan profesional.
Saat acara berlangsung, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Untag Banyuwangi menemani undangan dengan musik akustik yang easy listening. Tak ayal, Auditorium Untag Banyuwangi menjadi forum yang luar biasa. Bahkan, disebut Anas sebagai tempat yang keren untuk menggelar event.
Di akhir acara, Bupati Anas menyerahkan buku berjudul Sarinah kepada Rektor Untag. Anas menerangkan bahwa Bung Karno menerbitkan buku Sarinah tahun 1963. Buku itu menegaskan pentingnya peran perempuan terhadap kebangsaan dan kontribusinya terhadap Indonesia. Bupati berharap, mahasiswa Untag juga membaca buku Sarinah. (*/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin