JawaPos.com - Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara menghadiri undangan Himpunan Pemandu Khusus Wisata Gunung Ijen (HPKWI). Pertemuan dilakukan di Kecamatan Licin dengan dihadiri puluhan orang dari desa di sekitar Gunung Ijen.
Puluhan warga tersebut datang dari Kecamatan Songgon, Licin, Kalipuro, serta beberapa lokasi lain. Mereka berkumpul untuk menyampaikan aspirasinya terkait pemandu wisata di Banyuwangi.
"Saya menghadiri undangan warga yang selama ini menjadi pemandu wisata di Gunung Ijen. Mereka menyampaikan aspirasinya, bahwa masih banyak gaet yang datang dari luar kota, sementara gaet atau pemandu wisata lokal tidak dipakai. Itu yang menjadi unek-unek atau aspirasi warga," kata I Made Cahyana Negara yang juga sebagai ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi tersebut.
Banyaknya gaet atau pemandu wisata yang datang dari luar kabupaten, kontan berimbas pada penghasilan warga. Mereka menuntut agar pemerintah memberikan perhatian sehingga ada legalitas terkait gaet atau pemandu wisata lokal di Banyuwangi.
"Puluhan warga itu selama ini ada di bawah naungan BKSDA Perhutani. Mereka yang terliba membersihkan sampah, menanggulangi longsor, memadamkan kebakaran hutan dan ikut mengevakuasi dan menjaga keselamatan wisatawan. Nah, mereka ingin agar gaet lokal di Banyuwangi ini ada organisasi yang jelas sehingga wisatawan bisa tahu semua potensi alam di gunung Ijen," beber I Made Cahyana Negara.
Berdasar aspirasi tersebut, Made menyarankan agar warga menyampaikannya melalui surat tertulis. "Kita akan kawal ini karena akan berdampak pada perekonomian di Banyuwangi. Jadi warga saya sarankan membuat surat tertulis untuk menyampaikan aspirasinya," pungkas Made yang tinggal di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro itu.