RADAR BANYUWANGI – Bertahan di atas moncong perahu yang nyaris seluruhnya tenggelam selama berjam-jam, Thomas, 55, nelayan asal Kecamatan Muncar, Banyuwangi, akhirnya selamat setelah perahunya diduga bocor di perairan sebelah barat Sembulungan. Insiden yang diperkirakan menyebabkan kerugian material Rp 15 juta itu terjadi sejak Rabu (14/10) malam. Korban baru ditemukan nelayan lain pada Kamis (15/10) pagi.
Perahu jenis Golekan milik Thomas tenggelam di perairan dengan kedalaman sekitar tujuh meter. Beruntung, korban masih bertahan di bagian moncong perahu yang tersisa di permukaan laut hingga pertolongan datang. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan laut tersebut.
Peristiwa itu terungkap sekitar pukul 07.00, Kamis (15/10), ketika Nor Kholim, nelayan asal Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, hendak melaut untuk mencari ikan. Dari kejauhan, dia melihat seseorang berdiri di atas moncong perahu sambil melambaikan tangan meminta pertolongan.
“Dari kejauhan saya melihat ada orang di atas moncong perahu melambai-lambaikan tangan meminta bantuan,” ujar Nor Kholim.
Saat mendekati lokasi, Kholim mendapati perahu korban sudah tenggelam. Hanya bagian moncong yang masih terlihat di permukaan laut dan menjadi pijakan Thomas untuk bertahan hidup.
Melihat kondisi tersebut, Kholim segera mengevakuasi Thomas menuju Pelabuhan Muncar. Sementara itu, perahu beserta isinya belum dapat dievakuasi karena kondisinya sudah tenggelam.
“Perahunya mungkin sudah sulit dievakuasi, korban kemudian kami bawa ke Pelabuhan Muncar,” katanya.
Bertahan Sejak Rabu Malam
Berdasarkan keterangan Thomas kepada penolongnya, perahu tersebut mulai tenggelam sekitar pukul 22.00, Rabu (14/10). Sejak saat itu, korban bertahan di atas bagian perahu yang masih muncul di permukaan laut sambil menunggu pertolongan.
Kondisi tersebut membuat Thomas harus bertahan selama berjam-jam di tengah laut sebelum akhirnya ditemukan pada Kamis pagi. Dugaan sementara, perahu tenggelam akibat kebocoran. Namun, penyebab pasti insiden tersebut belum dijelaskan lebih lanjut.
Kanit Satpolairud Muncar Aipda I Wayan Wedana membenarkan kecelakaan laut yang menimpa nelayan asal Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, tersebut.
Menurut Wayan, perahu Golekan milik Thomas tenggelam di sebelah barat Sembulungan. Korban berhasil diselamatkan, sedangkan perahu dan seluruh isinya masih belum dapat dievakuasi.
“Korban selamat, namun perahu beserta isinya masih belum bisa dievakuasi. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 15 juta,” ujar Wayan.
Nelayan Diimbau Periksa Perahu Sebelum Melaut
Pasca-insiden tersebut, Satpolairud Muncar mengingatkan nelayan agar lebih waspada sebelum beraktivitas di laut. Pemeriksaan kondisi kapal atau perahu perlu dilakukan untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, termasuk kebocoran saat berlayar.
Wayan juga menekankan pentingnya membawa perlengkapan keselamatan, terutama pelampung, ketika berangkat mencari ikan. Peralatan tersebut dapat membantu nelayan bertahan di permukaan air ketika menghadapi keadaan darurat.
“Kami meminta nelayan membawa alat pengaman, salah satunya pelampung yang bisa menjadi media pertolongan pertama,” imbaunya.
Insiden di perairan Muncar ini menjadi pengingat bahwa pemeriksaan kelayakan perahu dan kelengkapan alat keselamatan merupakan bagian penting dari aktivitas melaut. Sebab, ketika kecelakaan terjadi jauh dari daratan, perlengkapan keselamatan dapat membantu memperbesar peluang nelayan bertahan hingga pertolongan datang. (why/sgt)