Banteng Jantan Ditemukan Tewas Dikuliti di Savana Sadengan Alas Purwo, Diduga Diburu

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 03:00 WIB
TINGGAL TULANG: Polisi melakukan olah TKP pada bangkai banteng ditemukan di kawasan Savana Sadengan, Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Selasa Sore (13/10). (Andik for Radar Banyuwangi)
TINGGAL TULANG: Polisi melakukan olah TKP pada bangkai banteng ditemukan di kawasan Savana Sadengan, Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Selasa Sore (13/10). (Andik for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI — Suara tembakan di kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Banyuwangi, berujung pada penemuan seekor banteng jantan yang tewas mengenaskan di Savana Sadengan. Satwa liar yang ditemukan pada Senin (12/10) itu diduga menjadi korban perburuan ilegal. Kondisinya telah dikuliti dan sebagian besar dagingnya hilang. Hingga Rabu (14/10), polisi masih menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap pelaku dan motif perburuan.

Penemuan banteng tersebut bermula ketika petugas TNAP yang berpatroli di kawasan hutan mendengar suara tembakan. Kecurigaan itu mendorong petugas menyisir area sekitar untuk mencari sumber suara sekaligus memastikan kondisi satwa liar di kawasan konservasi tersebut.

Kapolsek Tegaldlimo AKP Sadimun menjelaskan, petugas TNAP Resort Rowo Bendo mendengar suara tembakan pertama sekitar pukul 06.30. Sejumlah petugas kemudian berkumpul dan melakukan penelusuran di sekitar lokasi.

Namun, saat penyisiran berlangsung di wilayah Sadengan sekitar pukul 09.30, petugas kembali mendengar suara tembakan. Sekitar setengah jam kemudian, suara tembakan terdengar lagi.

Rangkaian suara tersebut menjadi petunjuk awal bagi petugas untuk memperluas pencarian. Saat menyisir kawasan hutan, mereka menemukan bercak darah yang diduga berasal dari satwa yang terluka akibat tembakan.

“Bercak darah itu kemudian terus ditelusuri,” ujar Sadimun.

Banteng Ditemukan Sudah Dikuliti, Dagingnya Hilang

Penelusuran bercak darah membawa petugas pada penemuan bangkai banteng jantan sekitar pukul 12.31. Satwa tersebut ditemukan di kawasan Savana Sadengan dalam kondisi telah dikuliti dan sebagian besar dagingnya diduga sudah diambil.

Kondisi bangkai memperkuat dugaan bahwa banteng tersebut menjadi sasaran perburuan liar. Meski demikian, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui penyelidikan kepolisian.

Usai menemukan bangkai banteng, petugas TNAP melakukan pengintaian di sekitar lokasi selama kurang lebih dua setengah jam, hingga pukul 15.00. Upaya itu dilakukan untuk mengetahui kemungkinan keberadaan orang yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Namun, selama pengintaian berlangsung, petugas tidak menemukan orang yang melintas di sekitar lokasi.

“Selama pengintaian itu, tidak ditemukan adanya orang yang berseliweran di area tersebut,” kata Sadimun.

Ketiadaan orang di lokasi ketika pengintaian dilakukan membuat identitas pelaku belum terungkap. Polisi masih perlu menelusuri rangkaian kejadian, termasuk asal suara tembakan, kondisi satwa sebelum ditemukan, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Barang Bukti Diamankan, Polisi Selidiki Dugaan Perburuan

Dalam penanganan awal kasus tersebut, petugas TNAP mengamankan sejumlah barang bukti berupa daging dan kepala banteng ke kantor Sadengan. Temuan itu selanjutnya menjadi bagian dari penanganan perkara yang dilaporkan kepada kepolisian.

Petugas TNAP melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tegaldlimo pada Selasa (13/10), sehari setelah bangkai banteng ditemukan.

Kapolsek Tegaldlimo AKP Sadimun memastikan perkara itu masih dalam penyelidikan hingga Rabu (14/10). Polisi belum mengungkap identitas terduga pelaku maupun memastikan kronologi lengkap perburuan yang diduga terjadi di kawasan konservasi tersebut.

“Saat ini masih dalam penyelidikan,” pungkasnya.

Penyelidikan diperlukan untuk memastikan penyebab kematian banteng, mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab, serta menelusuri dugaan pengambilan daging satwa tersebut.

Perburuan Satwa Liar Mengancam Kawasan Konservasi

Penemuan banteng jantan di Savana Sadengan kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kawasan konservasi. Taman Nasional Alas Purwo merupakan kawasan pelestarian alam yang menjadi habitat beragam satwa liar, termasuk banteng.

Perburuan ilegal tidak hanya mengancam kelangsungan hidup satwa yang menjadi sasaran, tetapi juga berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem. Karena itu, penanganan kasus semacam ini membutuhkan koordinasi antara petugas taman nasional dan aparat penegak hukum.

Dalam kasus di Sadengan, suara tembakan yang terdengar berulang kali menjadi petunjuk awal hingga petugas menemukan bangkai banteng. Kondisi satwa yang telah dikuliti dan kehilangan sebagian besar dagingnya kemudian memunculkan dugaan kuat adanya aktivitas perburuan.

Meski demikian, kepastian mengenai pelaku dan rangkaian tindak pidana masih menunggu hasil penyelidikan. Pengungkapan kasus ini penting bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk memperkuat perlindungan satwa liar di kawasan Taman Nasional Alas Purwo. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Polsek Tegaldlimo banteng Alas Purwo perburuan liar Banyuwangi Taman Nasional Alas Purwo Savana Sadengan