18 Kebakaran dan Titik Api di Dekat Rel KAI Daop 8 Surabaya, Asap Bisa Ganggu Masinis

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:36 WIB
Kebakaran lahan di tepi rel wilayah KAI Daop 8 Surabaya. Asap pembakaran dapat mengganggu pandangan masinis. (KAI)
Kebakaran lahan di tepi rel wilayah KAI Daop 8 Surabaya. Asap pembakaran dapat mengganggu pandangan masinis. (KAI)

RADAR BANYUWANGI - Ancaman kebakaran di sekitar jalur kereta api (KA) menjadi perhatian PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya. Hingga Oktober 2026, tercatat 18 kejadian berupa kebakaran atau temuan titik api di sekitar wilayah operasionalnya.

Kondisi tersebut mendorong KAI memperingatkan warga agar tidak membakar sampah, jerami, maupun ilalang di dekat rel. Terutama saat musim kemarau ketika vegetasi mengering dan api berpotensi cepat merambat.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, pembakaran terbuka di sekitar lintasan dapat membahayakan perjalanan kereta api.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah, jerami, ataupun ilalang di sekitar jalur kereta api. Dalam kondisi cuaca kering, api dapat dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan, terlebih jika disertai angin kencang," ujar Mahendro dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10).

Kebakaran di dekat rel bukan hanya mengancam lingkungan sekitar. Asap yang terbawa angin dapat menghalangi pandangan masinis ketika mengamati kondisi lintasan dan sinyal kereta api.

Api yang merambat juga berpotensi mengancam prasarana perkeretaapian. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan operasional kereta penumpang maupun barang.

Baca Juga: BBM Dominasi 89 Persen Muatan KAI Daop 6 Yogyakarta, Angkutan Barang Tembus 320 Ribu Ton

BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang di Jawa Timur

Peringatan KAI sejalan dengan informasi terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dalam prakiraan cuaca periode 13–19 Oktober 2026 yang diterbitkan pada 12 Oktober, BMKG menyebut kondisi kering masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia. Jawa Timur juga masuk daftar wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang sepanjang periode tersebut.

BMKG turut mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, khususnya di kawasan yang mudah terbakar.

Risiko gangguan perjalanan akibat kebakaran di dekat rel bukan sekadar kekhawatiran.

Pada 14 September 2026, kebakaran alang-alang di kawasan Kampung Bandan, Jakarta Utara, dilaporkan mengganggu perjalanan kereta api. Kepulan asap menutup jarak pandang masinis sehingga petugas harus melakukan penanganan kebakaran.

Sebelumnya, Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif juga mengingatkan bahaya serupa saat menanggapi kejadian kebakaran lahan di sekitar lintasan pada September 2026.

"Asap akibat aktivitas pembakaran di sekitar rel dapat berdampak terhadap terganggunya jarak pandang masinis," kata Luqman sebagaimana diberitakan ANTARA, 17 September 2026.

Baca Juga: Tiga Model Kursi Eksekutif KAI Diuji Penumpang, Apa Saja Perbedaannya?

Warga Diminta Segera Melaporkan Titik Api

Untuk menekan risiko kebakaran, KAI Daop 8 Surabaya terus memantau kondisi lintasan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran terbuka maupun membuang benda yang dapat memicu api di sekitar rel.

Jika menemukan titik api atau kebakaran, warga diminta segera melapor kepada petugas KAI atau pihak berwenang agar penanganan bisa dilakukan sebelum api meluas.

"Keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan dengan tidak melakukan pembakaran di sekitar jalur rel," tegas Mahendro.

Selain menimbulkan risiko keselamatan, aktivitas yang mengganggu jalur kereta api juga dapat berimplikasi hukum.

Pasal 181 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian melarang penggunaan jalur kereta api untuk kepentingan di luar angkutan KA. Pelanggaran yang memenuhi unsur Pasal 199 dapat dikenai pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp15 juta.

KAI berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca kering. Pencegahan kebakaran di sekitar lintasan dinilai penting untuk melindungi warga sekaligus menjaga kelancaran perjalanan kereta api.

Editor : Lugas Rumpakaadi
kebakaran dekat rel musim kemarau Jawa Timur titik api kai daop 8 surabaya Keselamatan Kereta Api