Elpiji Diduga Bocor, Dapur Rumah di Karangrejo Banyuwangi Terbakar Usai Tahlilan

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:59 WIB
Petugas Damkarmat Banyuwangi bersama warga bergotong-royong menjinakkan kobaran api yang membakar area dapur milik warga di Jalan Ikan Putihan, Lingkungan Karanganyar, Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi, Jumat malam (9/10). (Damkarmat for Radar Banyuwangi)
Petugas Damkarmat Banyuwangi bersama warga bergotong-royong menjinakkan kobaran api yang membakar area dapur milik warga di Jalan Ikan Putihan, Lingkungan Karanganyar, Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi, Jumat malam (9/10). (Damkarmat for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kebocoran gas elpiji diduga memicu kebakaran dapur sebuah rumah di Jalan Ikan Putihan, Lingkungan Karanganyar, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Jumat malam (9/10). Insiden setelah keluarga menggelar tahlilan itu menyebabkan Sueryo Koesmedi, 57, mengalami luka bakar di wajah dan kedua tangan, sedangkan istrinya, Kana Riyana, 52, mengalami luka ringan akibat syok. Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi bergerak cepat mengevakuasi korban dan memadamkan api sebelum merembet ke bagian utama rumah.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 19.30 WIB ketika Kana hendak menghangatkan makanan di dapur. Menurut Kepala Dinas Damkarmat Banyuwangi Edy Supriyono, api dari kompor gas diduga menyambar gas elpiji yang telah bocor dan terkumpul di dalam ruangan.

Seketika, api membesar hingga menjalar ke bagian plafon dapur. Situasi yang semula merupakan aktivitas rumah tangga setelah tahlilan berubah menjadi kepanikan.

Mendengar teriakan istrinya, Sueryo spontan berlari ke dapur untuk menolong. Dia berusaha memadamkan api menggunakan kain basah. Namun, kobaran api justru menyambar wajah dan kedua lengannya hingga menyebabkan luka bakar.

Warga sekitar turut berupaya mengendalikan api dengan dua unit alat pemadam api ringan (APAR). Mereka juga menghubungi call center Damkarmat Banyuwangi untuk meminta bantuan petugas.

11 Personel Damkarmat Tiba dalam Tujuh Menit

Laporan kebakaran diterima Damkarmat Banyuwangi pada pukul 19.33 WIB. Sebanyak 11 personel Regu Brama bersama armada pemadam langsung menuju lokasi dan tiba sekitar tujuh menit setelah laporan diterima.

Petugas segera mengevakuasi kedua korban ke tempat aman dari kepungan asap pekat. Setelah itu, tim melakukan pemadaman dengan menyemprotkan air bertekanan tinggi untuk mengendalikan titik api dan mencegah kobaran merembet ke ruang tengah.

Api berhasil dipadamkan pada pukul 19.45 WIB. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan hingga pukul 20.40 WIB untuk memastikan tidak ada titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Sueryo selanjutnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan atas luka bakar yang dialaminya. Sementara itu, Kana mengalami luka ringan akibat syok dalam kejadian tersebut.

Dapur Hangus, Kerugian Ditaksir Rp 4 Juta

Kebakaran menghanguskan bagian atap dapur dan kompor dengan perkiraan kerugian materiil mencapai Rp 4 juta. Meski demikian, aset utama rumah yang ditaksir senilai Rp 280 juta berhasil diselamatkan berkat penanganan cepat warga dan petugas pemadam.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat menggunakan kompor gas, terutama ketika tercium bau gas atau dicurigai terjadi kebocoran. Gas yang terkumpul di ruang tertutup dapat tersulut oleh sumber api dan memicu kebakaran dalam waktu singkat.

Jika mencurigai kebocoran elpiji, hindari menyalakan kompor, korek api, maupun sakelar listrik. Bila aman dilakukan, tutup katup tabung, buka pintu dan jendela untuk ventilasi, lalu menjauh dari lokasi dan hubungi petugas jika kondisi membahayakan.

Kecepatan respons warga dan Damkarmat Banyuwangi dalam insiden di Karangrejo tersebut membantu membatasi kerusakan sehingga api tidak meluas ke bagian utama rumah.(*)

Editor : Ali Sodiqin
Kebakaran Karangrejo Luka bakar suami Damkarmat Banyuwangi Elpiji Bocor kebakaran Banyuwangi