Korek Api Meletup di Tumpukan Rongsokan, Lima Sapi Senilai Rp 60 Juta Nyaris Terpanggang

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 08:00 WIB
Petugas Damkarmat menyemprotkan air bertekanan tinggi ke arah puing-puing bangunan kandang sapi milik Asmai Setiawan yang hangus terbakar di Kelurahan Kertosari, Rabu (7/10). (Damkarmat Banyuwangi)
Petugas Damkarmat menyemprotkan air bertekanan tinggi ke arah puing-puing bangunan kandang sapi milik Asmai Setiawan yang hangus terbakar di Kelurahan Kertosari, Rabu (7/10). (Damkarmat Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Lima ekor sapi potong senilai sekitar Rp 60 juta nyaris terpanggang ketika kandang ternak milik Asmai Setiawan, 62, di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, terbakar hebat, Selasa (6/10). Api diduga dipicu ledakan korek api gas yang terpapar panas matahari, sebelum menyambar tumpukan rongsokan di sekitar kandang.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Kobaran api pertama kali diketahui tetangga ketika api sudah membesar dan mulai melahap bagian atap kandang.

Material di sekitar lokasi membuat api dengan cepat membesar. Tumpukan barang bekas, plastik, dan kardus menjadi bahan bakar yang membuat kobaran sulit dikendalikan.

Warga dan sejumlah pengendara yang melintas sempat bergotong royong melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan laju api.

Di tengah situasi tersebut, lima sapi masih berada di dalam kandang.

Laporan kebakaran kemudian diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi. Regu Brama bersama Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) langsung meluncur ke lokasi.

Petugas tidak hanya berkonsentrasi menjinakkan kobaran api. Keselamatan lima ekor sapi juga menjadi prioritas karena kandang berada di kawasan permukiman.

Petugas melakukan penyekatan agar api tidak menjalar ke bangunan warga di sekitarnya. Secara bersamaan, lima sapi dievakuasi dari kandang yang mulai dilalap api.

Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Damkarmat Banyuwangi Salam Bikwanto mengatakan, hasil pemeriksaan awal di lokasi menunjukkan titik awal kebakaran berada di sekitar tumpukan rongsokan.

Dari lokasi tersebut, petugas menemukan korek api gas yang diduga menjadi pemicu awal kebakaran.

"Letupan kecil itu langsung menyambar material plastik dan kardus di sekitarnya hingga memicu kobaran besar. Beruntung, personel kami bergerak cepat mengevakuasi lima ekor sapi senilai Rp 60 juta yang nyaris terpanggang di dalam kandang," urai Salam.

Korek api gas tersebut diduga mengalami peningkatan tekanan setelah terpapar panas matahari. Kondisi itu kemudian memicu letupan yang menyambar material mudah terbakar di sekitarnya.

Api selanjutnya membesar dan melahap bangunan kandang.

Petugas Damkarmat akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api. Setelah api padam, penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada titik bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Proses pendinginan juga dilakukan secara menyeluruh.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Lima sapi berhasil diselamatkan, meski bangunan kandang tidak dapat dipertahankan.

Kerugian materiil akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp 5 juta, terutama berasal dari kerusakan dan hangusnya struktur bangunan kandang.

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa benda yang terlihat sepele seperti korek api gas dapat berubah menjadi sumber bahaya ketika disimpan sembarangan, terlebih di dekat material yang mudah terbakar dan terpapar panas. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
sapi Banyuwangi kebakaran kandang sapi korek api gas Damkarmat Banyuwangi kebakaran Banyuwangi