Detik-Detik Warda Melahirkan di Bus Sinar Jaya Saat Hendak Menyeberang ke Bali

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 04:30 WIB
Petugas medis KKP Ketapang bersama personel Polsek KPP Tanjungwangi mengevakuasi bayi laki-laki yang lahir secara darurat di atas KMP Gerbang Samudera 2, Pelabuhan Ketapang, Kamis pagi (1/10). (Foto Polsek KPP Tanjungwangi)
Petugas medis KKP Ketapang bersama personel Polsek KPP Tanjungwangi mengevakuasi bayi laki-laki yang lahir secara darurat di atas KMP Gerbang Samudera 2, Pelabuhan Ketapang, Kamis pagi (1/10). (Foto Polsek KPP Tanjungwangi)

RADAR BANYUWANGI – Perjalanan Warda, 24, dari Bogor menuju Denpasar, Bali, berubah menjadi momen persalinan tak terduga di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi. Saat Bus Sinar Jaya yang ditumpanginya sudah berada di atas geladak KMP Gerbang Samudera 2, perempuan asal Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu melahirkan bayi laki-laki secara normal pada Kamis (1/10) pagi.

Persalinan darurat tersebut terjadi sekitar pukul 09.15 WIB, ketika kapal masih berada di Dermaga MB III Pelabuhan ASDP Ketapang dan belum bertolak menuju Bali. Warda yang diketahui tengah mengandung 38–39 minggu mendadak mengalami mulas hebat di dalam kabin bus.

epson

Peristiwa tersebut sontak membuat suasana proses pemuatan kendaraan di atas kapal menjadi gempar. Polisi bersama petugas kesehatan kemudian bergerak cepat memastikan ibu dan bayi mendapatkan penanganan medis.

Bus Masuk Kapal, Kontraksi Datang

Kapolsek KPP Tanjungwangi AKP Taufan Akbar menjelaskan, Bus Sinar Jaya yang ditumpangi Warda tiba di kawasan Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 07.10 WIB.

Sekitar dua jam kemudian, bus mulai masuk ke dalam dek KMP Gerbang Samudera 2 untuk menyeberangi Selat Bali. Namun, ketika kapal masih menjalani aktivitas bongkar muat, kondisi Warda mendadak berubah.

"Saat kapal masih melakukan aktivitas bongkar muat di pelabuhan, yang bersangkutan mendadak merasakan mulas hebat. Tepat pukul 09.15 WIB, proses melahirkan secara normal terjadi spontan di dalam bus sebelum kapal sempat bertolak berlayar," urai Taufan siang tadi.

Tidak lama berselang, laporan mengenai kondisi penumpang tersebut diterima petugas. Situasi yang semula merupakan proses pemuatan kendaraan berubah menjadi penanganan kedaruratan medis di atas kapal.

Polisi dan KKP Bergerak Cepat

Mendapat laporan persalinan darurat tersebut, jajaran kepolisian langsung berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Ketapang. Tim medis kemudian diterjunkan untuk memberikan penanganan awal kepada Warda dan bayinya.

Setelah mendapatkan pertolongan klinis awal di atas kapal, ibu dan bayi segera dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Blambangan Banyuwangi.

Penanganan lanjutan dilakukan untuk memastikan kondisi keduanya setelah proses persalinan spontan di dalam bus.

Ibu dan Bayi Selamat

Hasil pemeriksaan tim medis RSUD Blambangan memastikan kondisi Warda stabil. Bayi laki-laki yang dilahirkannya juga dalam kondisi sehat dan selamat dengan bobot lahir yang dinyatakan sehat.

Perjalanan Warda dari Bogor menuju Denpasar pun akhirnya berhenti sejenak di Banyuwangi. Alih-alih melanjutkan perjalanan menyeberangi Selat Bali, dia harus menjalani persalinan darurat setelah kontraksi datang ketika bus telah berada di atas kapal.

Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya respons cepat dalam situasi kegawatdaruratan di kawasan pelabuhan, terutama ketika aktivitas penyeberangan sedang berlangsung. Koordinasi antara kepolisian dan petugas kesehatan membuat ibu serta bayi dapat segera memperoleh penanganan hingga akhirnya dievakuasi ke rumah sakit. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Melahirkan di kapal Persalinan darurat pelabuhan ketapang bus sinar jaya kmp gerbang samudera