RADAR BANYUWANGI – Aktivitas membakar rumput untuk membersihkan lahan kosong diduga menjadi pemicu kebakaran gudang arsip dan alat tulis kantor (ATK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi, Selasa (29/9). Bangunan berukuran 5 x 4 meter di Jalan Letkol Istiqlah, Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi, itu dilalap api hingga mengalami kerusakan fisik. Beruntung, kesigapan petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah kobaran api merembet ke gedung utama. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, sementara kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 2 juta.
Peristiwa kebakaran yang menimpa salah satu aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi itu dilaporkan ke pos komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi sekitar pukul 09.34 WIB.
Merespons laporan darurat tersebut, armada Damkarmat tiba di lokasi enam menit kemudian, tepatnya pukul 09.40 WIB. Petugas langsung bergerak melakukan pemadaman semenit setelah tiba di tempat kejadian perkara (TKP).
Kepala Damkarmat Banyuwangi Edy Supriyono menjelaskan, api membakar bangunan gudang arsip yang berada di sisi kompleks perkantoran Dinkes. Berkat penanganan cepat, kobaran api berhasil dikendalikan hanya dalam waktu lima menit, sekitar pukul 09.45 WIB.
"Setelah api padam, personel melanjutkan proses pendinginan menyeluruh (overhaul) dan penyisiran titik panas hingga penanganan dinyatakan klir pada pukul 10.51 WIB. Beruntung gerak cepat petugas berhasil menyekat api sehingga tidak sampai merambat ke gedung utama di sebelahnya," ujar Edy.
Meski api berhasil dijinakkan dalam waktu singkat, petugas tetap melakukan pendinginan dan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Berawal dari Pembakaran Rumput dan Rumpun Bambu
Sebelum kebakaran terjadi, sejumlah pegawai Dinkes sempat melihat aktivitas pembakaran rumput dan rumpun bambu di lahan kosong sebelah timur kantor.
Aktivitas tersebut diduga menjadi awal mula munculnya api yang kemudian membesar dan merembet ke bangunan gudang arsip.
Tak berselang lama, kepulan asap hitam pekat terlihat dari luar bangunan. Asap semakin tebal sebelum kobaran api membesar, diduga dipicu material yang mudah terbakar, termasuk tumpukan kardus bekas di dalam gudang.
Pegawai Dinkes sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga bantuan petugas Damkarmat diperlukan.
Dugaan sementara, api berasal dari aktivitas pembakaran lahan di sekitar lokasi. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.
Arsip dan Sejumlah Peralatan Berhasil Diselamatkan
Di balik kerusakan bangunan, sejumlah aset penting milik Dinkes Banyuwangi berhasil diamankan dari kobaran api.
Petugas menyelamatkan unit komputer, pencetak (printer), kipas angin, perangkat pelantang suara (sound system), serta sebagian besar arsip daerah yang tersimpan di dalam gudang.
Kerusakan fisik yang tercatat meliputi kaca jendela pecah, sebagian kecil arsip lama yang terbakar, serta tumpukan kertas ATK yang terdampak api.
Damkarmat memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Total kerugian materiil akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp 2 juta.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat melakukan pembakaran terbuka, terutama di sekitar bangunan yang menyimpan dokumen dan material mudah terbakar. Sebab, aktivitas pembersihan lahan yang tampak sederhana dapat berujung kebakaran apabila api tidak dikendalikan dengan baik.(rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin