RADAR BANYUWANGI – Pencarian seorang lansia di Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, berakhir tragis. Sarmiadi, 78, ditemukan meninggal dunia di dalam sumur dekat rumahnya pada Selasa (29/9) pagi. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban terjatuh ke dalam sumur akibat kondisi kesehatannya yang menurun.
Korban ditemukan sekitar pukul 06.00 setelah menantunya, S, 58, datang untuk memeriksa kondisi kesehatannya sekaligus memberi makan ternak di belakang rumah. Namun, kedatangan tersebut justru mengungkap peristiwa nahas yang menimpa Sarmiadi.
Saat tiba di rumah korban, S mendapati seluruh pintu dalam keadaan terbuka, sementara lampu masih menyala. Namun, keberadaan Sarmiadi tidak diketahui. Panggilan yang dilayangkan berulang kali juga tidak mendapat jawaban.
Khawatir terjadi sesuatu, S kemudian mencari korban ke area persawahan dan lokasi yang biasa digunakan untuk mencari rumput.
Kapolsek Gambiran AKP Dwi Wijayanto menjelaskan, pencarian awal tersebut belum membuahkan hasil. S kemudian mengajak anaknya yang juga merupakan cucu korban, AM, 26, untuk menyisir kembali area sekitar rumah.
Kecurigaan muncul ketika keduanya tiba di dekat sumur. Penutup sumur ditemukan dalam keadaan terbuka. Sepasang sandal yang berada di dekatnya semakin menguatkan dugaan bahwa korban berada di sekitar lokasi tersebut.
"Korban awalnya belum terlihat, tetapi setelah kran (sanyo) dihidupkan dan memasukkan kayu untuk pencarian, akhirnya korban terlihat dengan kondisi tidak bergerak," kata Dwi Wijayanto.
Mendapati kondisi tersebut, keluarga segera meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Gambiran.
Petugas kepolisian bersama tim medis Puskesmas Jajag dan personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Genteng kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.
Dengan bantuan peralatan Damkarmat, jenazah Sarmiadi akhirnya berhasil diangkat dari dalam sumur.
Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan
Hasil pemeriksaan awal tim medis Puskesmas Jajag tidak menemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan kondisi jenazah, Sarmiadi diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hingga lima jam sebelum ditemukan.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit kelenjar prostat dan hipertensi yang telah diderita selama kurang lebih dua bulan terakhir.
Polisi menduga kondisi kesehatan tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan korban terjatuh ke dalam sumur. Meski demikian, dugaan tersebut didasarkan pada pemeriksaan awal dan keterangan keluarga.
"Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi," terang Dwi.
Setelah proses evakuasi dan pemeriksaan awal selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Sarmiadi kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Wringinagung. Peristiwa tersebut meninggalkan duka bagi keluarga yang sebelumnya tidak menyangka kunjungan untuk mengecek kesehatan korban justru berakhir dengan penemuan tragis. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin