Penumpang Melahirkan di KRL Rangkasbitung–Tanah Abang, Bayi Perempuan Lahir Selamat

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 12:07 WIB
Ilustrasi KRL Commuter Line. Seorang penumpang melahirkan di dalam Commuter Line 1689 relasi Rangkasbitung–Tanah Abang di Stasiun Rawabuntu, Kamis (24/9/2026). (Pexels/Dapur Melodi)
Ilustrasi KRL Commuter Line. Seorang penumpang melahirkan di dalam Commuter Line 1689 relasi Rangkasbitung–Tanah Abang di Stasiun Rawabuntu, Kamis (24/9/2026). (Pexels/Dapur Melodi)

RADAR BANYUWANGI - Seorang penumpang melahirkan di dalam KRL Commuter Line 1689 relasi Rangkasbitung–Tanah Abang, Kamis (24/9). Proses persalinan berlangsung saat kereta berhenti di Stasiun Rawabuntu, Tangerang Selatan.

Bayi yang dilahirkan berjenis kelamin perempuan. Kondisinya sehat. Sang ibu juga dalam kondisi stabil setelah mendapat penanganan di Puskesmas Rawa Buntu.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.55 WIB. Saat itu, penumpang yang tengah hamil tua duduk di kursi prioritas. Dia kemudian mengalami kontraksi dan menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan.

Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan, petugas pengamanan di dalam kereta langsung berkoordinasi dengan masinis dan petugas Stasiun Rawabuntu.

”Petugas pengamanan yang sedang bertugas di atas Commuter Line berkoordinasi dengan petugas masinis dan petugas Stasiun Rawabuntu untuk melakukan proses persalinan,” kata Leza.

Kereta kemudian dihentikan sementara di Stasiun Rawabuntu. Langkah tersebut dilakukan agar petugas dapat memberikan pertolongan kepada penumpang tersebut.

”Selama proses persalinan, perjalanan Commuter Line Nomor 1689 diberhentikan sementara di Stasiun Rawabuntu,” ujarnya.

Petugas kesehatan Stasiun Rawabuntu bersama petugas KAI Commuter dan sejumlah penumpang membantu proses persalinan. Bayi akhirnya lahir dengan selamat di dalam rangkaian kereta.

Setelah proses persalinan selesai, ibu dan bayi langsung dievakuasi untuk mendapat penanganan medis lanjutan.

”Selanjutnya, ibu dan anak dilarikan ke Puskesmas Rawabuntu untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” terang Leza.

Kondisi Ibu Stabil

Setiba di Puskesmas Rawa Buntu, ibu menjalani pemeriksaan dan observasi. Dokter Puskesmas Rawa Buntu dr. Robi Fahlepi menyatakan kondisi pasien stabil.

”Dia memang stabil, tensinya. Kondisi saat ini stabil, cuma masih dalam pemantauan,” kata Robi.

Pemantauan dilakukan sekitar 24 jam untuk memastikan kondisi ibu setelah menjalani persalinan darurat.

Tenaga medis juga masih menelusuri riwayat pemeriksaan kehamilan pasien. Sebab, ketika tiba di puskesmas, pasien tidak membawa buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) atau buku pink.

Meski demikian, pemeriksaan awal menunjukkan kondisi umum dan tanda-tanda vital ibu dalam keadaan stabil.

Bayi Perempuan Menangis Kuat

Kondisi bayi juga dipastikan sehat. Bidan Puskesmas Rawa Buntu Mirnawati mengatakan, bayi berjenis kelamin perempuan dan menangis kuat saat mendapat penanganan.

”Sadar, ibu dalam keadaan sadar, bayi menangis kuat. Bayinya perempuan, kondisinya sehat, alhamdulillah,” ujar Mirnawati.

Setiba di puskesmas, bayi langsung mendapat perawatan sebagai bayi baru lahir. Petugas medis menangani tali pusat, membersihkan tubuh bayi, melakukan pemeriksaan fisik, serta menimbang dan mengukur bayi.

Bayi juga mendapat vitamin K dan perawatan mata.

Sementara itu, sang ibu masih menjalani observasi di Puskesmas Rawa Buntu. Dia telah didampingi suaminya selama menjalani perawatan.

KAI Commuter Imbau Penumpang Segera Minta Bantuan

KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna tidak ragu meminta bantuan petugas ketika menghadapi kondisi darurat. Bantuan dapat diminta kepada petugas di stasiun maupun di dalam kereta.

KAI Commuter juga mengingatkan penumpang, khususnya ibu hamil, untuk memperhatikan kondisi kesehatan sebelum menggunakan transportasi publik.

Penumpang yang masa kehamilannya telah mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL) diminta lebih waspada dan mengurangi aktivitas di tempat umum.

”Selalu utamakan kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan saat menggunakan Commuter Line. Khusus bagi penumpang hamil, pastikan selalu memantau Hari Perkiraan Lahir (HPL), dan jika sudah mendekati hari persalinan agar siaga dan mengurangi aktivitas di area umum,” tutur Leza.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
penumpang melahirkan di KRL KRL Rangkasbitung Tanah Abang Stasiun Rawabuntu bayi lahir di kereta kai commuter