RADAR BANYUWANGI — Perjalanan dua orang di atas Honda Scoopy berakhir tragis di Jalan Letjen S. Parman, Kelurahan Sumberrejo, Banyuwangi, Sabtu (19/9). SF, 71, meninggal dunia di lokasi setelah motor yang ditumpanginya ditabrak truk box Hino dari arah belakang saat hendak berbelok. Pengendara Scoopy, SYI, 52, mengalami luka di bagian kepala dan harus mendapat perawatan medis.
Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 13.21 WIB, tepat di depan Indah Karya 2 Pakis. Dua kendaraan yang terlibat yakni Honda Scoopy P-5136-UI dan truk box Hino P-8742-VS.
Benturan membuat SF mengalami luka pada kaki dan kepala hingga meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara SYI mengalami benjolan pada bagian belakang kepala.
Korban kemudian dievakuasi ke RSI Fatimah Banyuwangi untuk mendapatkan penanganan medis.
Scoopy Menyeberang, Hendak Belok ke Selatan
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Tri Pepri Alfiyan mengatakan, kecelakaan bermula ketika SYI mengendarai Scoopy dengan membonceng SF.
Motor tersebut awalnya berada di sisi timur jalan. Dalam perjalanannya, SYI kemudian menyeberang ke arah barat dengan tujuan melanjutkan perjalanan ke selatan.
Saat tiba di lokasi kejadian, Scoopy tersebut hendak berbelok ke kanan.
Pada saat bersamaan, dari arah yang sama di belakangnya melaju truk box Hino yang dikemudikan AN, 31. Truk tersebut disebut melaju dengan kecepatan sedang.
Jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat pengemudi truk tidak memiliki cukup ruang untuk menghindar.
“Karena jarak yang terlalu dekat dan pengemudi kendaraan Truck Box Hino P-8742-VS tidak bisa menghindar sehingga menabrak samping kanan bagian belakang kendaraan Spm Honda Scoopy P-5136-UI,” kata Tri.
Benturan di Sisi Belakang Motor
Tabrakan terjadi ketika Scoopy berada dalam posisi hendak berbelok. Bagian samping kanan belakang motor dihantam truk box yang datang dari belakang.
Benturan tersebut membuat dua orang yang berada di atas Scoopy mengalami kondisi berbeda. SF mengalami luka serius hingga meninggal dunia di lokasi, sedangkan SYI mengalami cedera di bagian kepala.
Petugas kemudian melakukan penanganan terhadap korban dan kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan ketika melakukan manuver di jalan, terutama saat berpindah arah atau berbelok dengan kendaraan lain berada di belakang.
Dalam kondisi lalu lintas yang sama-sama bergerak, jarak antarkendaraan menjadi faktor penting agar pengemudi memiliki waktu dan ruang yang cukup untuk bereaksi ketika kendaraan di depannya melakukan perubahan arah.
Kecelakaan di Jalan Letjen S. Parman itu pun menyisakan duka bagi keluarga SF. Satu perjalanan siang berubah menjadi kecelakaan fatal, sementara pengendara Scoopy yang selamat harus menjalani perawatan akibat luka di kepala. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin