Ombak Besar Hantam Arum Dalu di Plawangan, Dua Nelayan Banyuwangi Selamat

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 02:00 WIB
Perahu nelayan Arum Dalu rusak parah usai dihantam ombak besar di perairan Pelawangan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kamis (17/9). (RUDI for Radar Banyuwangi)
Perahu nelayan Arum Dalu rusak parah usai dihantam ombak besar di perairan Pelawangan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kamis (17/9). (RUDI for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Dua nelayan Banyuwangi berhasil selamat setelah perahu speed fiber Arum Dalu yang mereka tumpangi terbalik dihantam ombak besar di perairan Pelawangan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kamis (17/9). Keduanya terpaksa berenang menuju daratan, sementara perahu mengalami kerusakan parah dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp 25 juta.

Insiden kecelakaan laut itu terjadi ketika Naryo, 60, dan anak buah kapal (ABK) Imam, 33, dalam perjalanan pulang setelah mencari ikan. Sekitar pukul 07.00, perahu berwarna putih dengan garis merah-biru tersebut melintasi jalur perairan Pelawangan yang dikenal rawan gelombang.

Tiba-tiba, ombak besar menghantam badan perahu hingga terbalik. Situasi tersebut membuat nakhoda dan ABK segera mengambil keputusan untuk meninggalkan perahu dan berenang menuju tepian.

Komandan Pos AL Grajagan Peltu Andik Karvianto membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, Naryo merupakan warga Dusun Curah Palung, Desa Kradenan. Sementara Imam tercatat sebagai warga Dusun Gumukrejo, Desa Purwoharjo.

“Nakhoda dan ABK langsung melompat untuk menyelamatkan diri dengan berenang menepi. Keduanya berhasil sampai di darat dengan selamat,” jelas Andik.

Perahu Rusak Parah

Peristiwa bermula sekitar pukul 06.00. Setelah aktivitas mencari ikan selesai, Arum Dalu diarahkan kembali menuju daratan. Namun, sekitar satu jam kemudian, perjalanan mereka berubah menjadi situasi darurat ketika perahu memasuki kawasan Pelawangan.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan laut tersebut. Dua nelayan yang berada di atas perahu berhasil menyelamatkan diri sebelum perahu mengalami kerusakan parah akibat hantaman gelombang.

Evakuasi badan perahu dilakukan sekitar pukul 09.00. Sejumlah nelayan di sekitar lokasi turut membantu menarik dan mengamankan perahu yang mengalami kerusakan.

Kerugian akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp 25 juta.

Insiden ini sekaligus menjadi pengingat bagi nelayan yang beraktivitas di perairan selatan Banyuwangi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintasi kawasan yang rawan gelombang.

Andik mengimbau nelayan tidak hanya memperhatikan kondisi perahu dan peralatan melaut, tetapi juga memastikan perlengkapan keselamatan tersedia dan digunakan.

“Utamakan keselamatan, gunakan life jacket, serta perhatikan kondisi cuaca saat melaut,” pungkasnya.

Kecelakaan Arum Dalu menunjukkan bahwa kondisi laut dapat berubah cepat, bahkan ketika nelayan sedang dalam perjalanan kembali ke daratan. Karena itu, kewaspadaan terhadap gelombang dan cuaca menjadi bagian penting untuk mencegah kecelakaan laut di perairan Banyuwangi. (why/aif)

Editor : Ali Sodiqin
ombak besar kecelakaan laut Banyuwangi Pelawangan Grajagan perahu Arum Dalu nelayan banyuwangi