Lagi, Kebakaran Lahan Kosong di Banyuwangi Diduga Imbas Puntung Rokok

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 01:00 WIB
MENYALA: Lahan kosong di Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi terbakar pada Rabu malam (16/9). Api diduga berasal dari putung rokok. (Damkarmat Banyuwangi)
MENYALA: Lahan kosong di Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi terbakar pada Rabu malam (16/9). Api diduga berasal dari putung rokok. (Damkarmat Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Bara kecil kembali berubah menjadi persoalan besar. Kebakaran lahan kosong di Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Rabu malam (16/9), diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan. Rumput kering dan tiupan angin membuat api cepat membesar hingga warga harus bergotong royong memadamkannya sebelum petugas pemadam tiba.

Peristiwa tersebut diketahui warga sekitar pukul 20.19. Api terlihat membakar lahan kosong dan terus membesar. Warga yang khawatir kobaran merembet ke area sekitar langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.

Namun, kondisi material yang didominasi rumput kering membuat api sulit dikendalikan. Tiupan angin juga mempercepat penjalaran api.

Warga kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi sekitar pukul 20.26.

Laporan itu langsung direspons petugas. Muamar Kadafi, petugas Damkarmat Banyuwangi, mengatakan Regu Brama 1 bersama relawan Redkar segera bergerak menuju lokasi.

“Setelah menerima laporan, armada dari Regu Brama 1 bersama relawan Redkar segera kami luncurkan ke titik lokasi. Petugas berangkat menggunakan armada Unit Fire Ayaxx 03 dan Fire Doome 05,” katanya.

Api Padam dalam Belasan Menit

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 20.45. Tanpa banyak waktu, personel Damkarmat langsung bergabung dengan warga untuk menjinakkan kobaran api.

Upaya pemadaman membuahkan hasil. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.02. Meski kobaran telah terkendali, petugas masih melakukan penanganan dan memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala.

Proses penanganan kemudian dinyatakan selesai sekitar pukul 21.48.

“Proses penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 21.48. Petugas yang terlibat dari Damkarmat, Polsek, hingga warga setempat,” ujar Muamar.

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut. Fokus petugas adalah mencegah kobaran api meluas dari lahan kosong yang dipenuhi material mudah terbakar.

Bara Kecil di Tengah Rumput Kering

Hasil asesmen petugas mengarah pada dugaan puntung rokok yang dibuang sembarangan sebagai sumber awal kebakaran.

Bara dari puntung rokok diduga bersentuhan dengan material kering di lahan tersebut. Dalam kondisi rerumputan kering, bara kecil dapat memicu titik pembakaran yang kemudian berkembang menjadi kobaran api.

Peristiwa di Karangbendo itu sekaligus menjadi pengingat bahwa lahan terbuka dengan vegetasi kering sangat rentan terbakar, terutama ketika cuaca kering dan angin bertiup.

Damkarmat Banyuwangi pun kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele aktivitas yang dapat memunculkan api maupun bara di ruang terbuka.

“Kami mengimbau masyarakat lebih waspada dan tidak membuang puntung rokok atau membakar sampah sembarangan, terutama di area lahan terbuka pada saat cuaca kering,” imbau Muamar.

Bagi warga, puntung rokok mungkin hanya benda kecil yang selesai digunakan. Namun ketika bara bertemu rumput kering dan angin, dampaknya bisa jauh lebih besar. Karena itu, memastikan puntung benar-benar padam sebelum dibuang menjadi langkah sederhana untuk mencegah kebakaran lahan kembali berulang. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
kebakaran lahan kebakaran Rogojampi Karangbendo Rogojampi Damkarmat Banyuwangi puntung rokok