Lima Titik Kebakaran Muncul di Sekitar Jalur KA Daop 4 Semarang, Ini Imbauan KAI

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 09:37 WIB
Petugas melakukan penanganan titik api di sekitar jalur kereta api wilayah operasional KAI Daop 4 Semarang. Kebakaran di sekitar jalur perlu segera ditangani karena api dan asap berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta. (KAI)
Petugas melakukan penanganan titik api di sekitar jalur kereta api wilayah operasional KAI Daop 4 Semarang. Kebakaran di sekitar jalur perlu segera ditangani karena api dan asap berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan kereta. (KAI)

RADAR BANYUWANGI - Lima kejadian kebakaran dan titik api tercatat di sekitar wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang sepanjang 6 hingga 16 September 2026.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena api dan kepulan asap di sekitar jalur kereta api berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan.

Kondisi lingkungan yang lebih kering selama musim kemarau membuat material seperti rumput, jerami, sekam, sisa tanaman, dan sampah lebih mudah terbakar.

Jika berada tidak jauh dari jalur kereta, kebakaran dapat menimbulkan risiko tambahan, terutama ketika asap mengurangi jarak pandang masinis.

Lima kejadian tersebut terjadi di sekitar petak Kapuan–Cepu, area belakang Griya Karya Tawang di sekitar Stasiun Semarang Tawang, KM 148+900 Desa Slerok, Tegal, KM 48+700/800 petak jalan Karangjati–Sedadi, serta KM 105 petak jalan Comal–Petarukan.

Dua kebakaran terjadi pada 6 September

Kebakaran pertama terjadi pada Minggu, 6 September 2026, di sekitar KM 83+500 hingga KM 84+100 petak Kapuan–Cepu.

Api membakar area lahan tebu yang berada di sekitar jalur kereta api.

Petugas KAI kemudian berkoordinasi dengan unsur kewilayahan dan pemadam kebakaran Kota Cepu untuk melakukan penanganan.

Api berhasil dipadamkan dan kejadian tersebut tidak menimbulkan gangguan terhadap perjalanan kereta api.

Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di area belakang Griya Karya Tawang, sekitar Stasiun Semarang Tawang.

Petugas KAI bersama pemadam kebakaran segera melakukan penanganan di lokasi.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Namun, kobaran api berdampak pada tiga kendaraan yang berada di sekitar area kebakaran.

Lahan kering terbakar di Tegal

Kejadian berikutnya berlangsung pada Selasa, 8 September 2026, di sekitar KM 148+900, Desa Slerok, Tegal.

Kebakaran terjadi pada lahan kering dan rumput yang kemudian merembet ke area di sekitarnya.

Petugas KAI bersama warga melakukan penanganan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak terdapat korban jiwa.

Kondisi lahan yang kering menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai selama musim kemarau karena material vegetasi yang mengering dapat lebih mudah terbakar dan menyebabkan api merambat.

Titik api Karangjati–Sedadi padam dalam tujuh menit

Titik api kembali ditemukan pada Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 17.42 WIB di sekitar KM 48+700/800 petak jalan Karangjati–Sedadi pada jalur hilir.

Berdasarkan informasi awal, titik api diduga berasal dari pembakaran sisa hasil panen di sekitar lokasi.

Setelah menerima informasi tersebut, petugas KAI segera berkoordinasi dengan PPKA Stasiun Sedadi dan PPKA Stasiun Kedungjati.

Petugas Pemeriksa Jalan (PPJ) kemudian melakukan penanganan di lokasi.

Pada pukul 17.49 WIB, titik api berhasil dipadamkan.

Satu menit kemudian, tepatnya pukul 17.50 WIB, lokasi dinyatakan aman oleh petugas PPJ.

Kejadian tersebut tidak mengakibatkan gangguan terhadap perjalanan kereta api.

Titik api ditemukan di petak Comal–Petarukan

Kejadian kelima dilaporkan pada Rabu, 16 September 2026 sekitar pukul 08.22 WIB.

Petugas KAI memperoleh informasi mengenai titik api di dekat jalur hilir KM 105 petak jalan Comal–Petarukan.

Informasi tersebut diketahui oleh Deputy Daop 4 Semarang ketika melakukan pemeriksaan lintas Semarang–Tegal.

KAI kemudian menindaklanjutinya pada pukul 08.23 WIB dengan berkoordinasi bersama PPKA Stasiun Comal, Pusat Pengendalian Operasi (Pta), dan dinas terkait.

Penanganan serta pemantauan kondisi di lokasi dilakukan secara berkoordinasi.

Hingga informasi terakhir, penyebab munculnya titik api dan kondisi perjalanan kereta api masih dalam pemantauan.

Mengapa kebakaran di sekitar rel perlu diwaspadai?

Kebakaran di sekitar jalur kereta api tidak selalu langsung mengganggu perjalanan.

Namun, api yang merambat mendekati jalur maupun kepulan asap yang berada di sekitar lintasan dapat menciptakan kondisi yang perlu segera ditangani.

Asap menjadi salah satu perhatian karena dapat mengurangi jarak pandang masinis.

Sementara itu, api yang meluas berpotensi mendekati area jalur atau fasilitas perkeretaapian.

Karena itu, keberadaan titik api di sekitar jalur KA perlu segera diketahui dan ditangani, meskipun pada awalnya api terlihat berada cukup jauh dari lintasan.

KAI perkuat pemantauan selama musim kemarau

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan kondisi lingkungan yang lebih kering selama musim kemarau perlu menjadi perhatian bersama.

“Saat musim kemarau seperti sekarang, rumput, jerami, sekam, dan material kering lainnya lebih mudah terbakar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran di sekitar jalur KA karena api dapat merambat dan asapnya berpotensi mengurangi jarak pandang masinis. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian bersama untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Luqman, Rabu (16/9).

KAI Daop 4 Semarang terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jalur dan lingkungan di wilayah operasional.

Koordinasi dengan pemerintah daerah, pemadam kebakaran, serta unsur kewilayahan juga diperkuat untuk mempercepat penanganan apabila ditemukan potensi kebakaran.

Luqman mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat titik api atau kepulan asap yang berpotensi mendekati jalur kereta api.

“Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan unsur kewilayahan maupun pemadam kebakaran apabila terdapat potensi kebakaran di sekitar jalur KA. Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat titik api atau kepulan asap yang berpotensi mendekati jalur, sehingga dapat ditangani sedini mungkin,” tambahnya.

KAI juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah, jerami, sekam, rumput kering, maupun sisa hasil pertanian di sekitar jalur kereta api.

Selama musim kemarau, pencegahan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kebakaran di sekitar lintasan.

Masyarakat yang melihat titik api atau asap di dekat jalur KA dapat segera melaporkannya kepada pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Upaya tersebut tidak hanya membantu mencegah kebakaran meluas, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan jalur kereta yang lebih aman bagi perjalanan kereta api.

Editor : Lugas Rumpakaadi
musim kemarau 2026 Keselamatan perjalanan kereta api kebakaran jalur kereta api titik api sekitar rel KAI Daop 4 Semarang