Dapur Resto Fujiyama Sushi Banyuwangi Terbakar, Petugas Temukan Bau Gas Menyengat

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 05:00 WIB
Petugas Damkarmat Banyuwangi berusaha memadamkan api di Resto Fujiyama Sushi Banyuwangi di jalan dr. Soetomo, Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi, Senin (14/9). (Damkarmat Banyuwangi)
Petugas Damkarmat Banyuwangi berusaha memadamkan api di Resto Fujiyama Sushi Banyuwangi di jalan dr. Soetomo, Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi, Senin (14/9). (Damkarmat Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kepulan asap tebal sempat membuat karyawan Resto Fujiyama Sushi di Jalan dr. Soetomo, Banyuwangi, panik pada Senin (14/9). Kebakaran yang diduga dipicu kompor dapur lantai dua yang masih menyala itu berhasil dipadamkan karyawan sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.

Meski kobaran api telah dijinakkan, kondisi di dalam bangunan belum aman. Asap pekat dan bau gas menyengat membuat manajemen restoran meminta bantuan darurat kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi.

Kepala Damkarmat Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, laporan diterima melalui call center sekitar pukul 16.35 WIB. Regu Brama kemudian diterjunkan ke lokasi untuk memastikan kondisi bangunan dan titik kebakaran.

Berdasarkan pemeriksaan awal, api diduga berasal dari area memasak di lantai dua. Api kemudian merembet dengan cepat ke bagian cerobong asap dapur akibat akumulasi suhu panas yang meningkat drastis.

Karyawan Padamkan Api Lebih Dulu

Saat insiden terjadi, karyawan restoran langsung berupaya memadamkan api secara mandiri. Upaya tersebut berhasil menghentikan kobaran sebelum membesar.

Namun, persoalan belum selesai. Sisa asap yang memenuhi ruangan membuat jarak pandang terbatas. Bau gas yang cukup menyengat juga tercium di dalam bangunan.

“Saat insiden terjadi, karyawan resto sudah berusaha memadamkan api secara mandiri. Namun, asap cukup pekat membuat kondisi di dalam bangunan tidak aman. Selain jarak pandang terbatas, karyawan juga mencium bau gas,” ujar Edy.

Sebagai langkah awal mengamankan sumber bahan bakar, karyawan sempat melepas selang regulator dari tabung gas untuk menghentikan aliran gas.

Damkarmat Gunakan Teknik PPV

Setibanya di lokasi, petugas Damkarmat tidak hanya memastikan api benar-benar padam. Kondisi ruangan yang masih dipenuhi asap dan gas membuat proses penanganan harus dilakukan dengan metode khusus.

Petugas menerapkan Positive Pressure Ventilation (PPV) untuk membantu mengeluarkan sisa asap maupun gas dari dalam bangunan.

Setelah kondisi ruangan lebih aman, petugas melakukan penyisiran menyeluruh di sekitar titik kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tertinggal dan berpotensi memicu re-ignition atau kebakaran kembali.

Kerugian Rp 2 Juta, Tak Ada Korban

Edy memastikan insiden kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Kerugian material ditaksir sekitar Rp 2 juta. Kerusakan terutama terjadi pada kompor gas dan cerobong asap dapur berukuran sekitar 4 x 3 meter.

Kejadian tersebut menjadi pengingat bagi pengelola usaha kuliner untuk tidak mengabaikan kondisi dapur, terutama perangkat yang berkaitan dengan api dan gas.

Damkarmat Banyuwangi mengimbau pengelola restoran maupun usaha kuliner melakukan pemeriksaan kompor dan instalasi gas secara berkala. Pengecekan juga perlu dilakukan sebelum area dapur ditinggalkan untuk mencegah insiden serupa terulang. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Fujiyama Sushi Kebakaran restoran Damkarmat Banyuwangi kompor gas kebakaran Banyuwangi