RADAR BANYUWANGI – Kabar yang ditunggu keluarga Dede Farandika, 30, akhirnya datang. ABK KM Virgo Transport 8 asal Kelurahan/Kecamatan Giri, Banyuwangi, itu dipastikan selamat setelah kapal yang ditumpanginya terbalik di perairan Laut Jawa. Kini, keluarganya hanya berharap Dede segera dipulangkan ke Banyuwangi.
Kecemasan yang sejak kabar kecelakaan kapal menyelimuti keluarga perlahan berubah menjadi rasa syukur. Kepastian Dede selamat diterima keluarga pada Minggu (13/9) sekitar pukul 08.00 WIB dari seorang kerabat.
Ayah Dede, Andik, tak ingin begitu saja mempercayai kabar tersebut sebelum mendapatkan kepastian. Bersama istrinya, dia langsung berusaha menghubungi sejumlah pihak, termasuk Basarnas.
"Setelah mendengar kabar tersebut, saya bersama istri langsung berusaha mencari informasi sendiri secara mandiri. Kami mencoba menghubungi berbagai pihak terkait, termasuk pihak Basarnas. Akhirnya kami mendapat kepastian berharga bahwa Dede selamat," ujar Andik saat ditemui di kediamannya kemarin.
Diselamatkan Kapal Nelayan
Kabar tersebut semakin melegakan setelah Andik berhasil terhubung langsung dengan putranya melalui video call sekitar pukul 15.00 WIB.
Di layar ponsel, Dede memang terlihat dalam kondisi lemas. Namun, bagi keluarga, melihat putra sulung mereka masih hidup menjadi kabar paling berharga setelah sempat diliputi ketidakpastian.
Dede diketahui selamat setelah dievakuasi kru kapal nelayan Cahaya Bahari yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian.
"Alhamdulillah, melalui panggilan video itu kondisinya memang terlihat lemas, tetapi kami sangat bersyukur dia masih diberi keselamatan," imbuh Andik.
Dede kemudian dikabarkan dievakuasi menuju wilayah Banjarmasin. Keluarga kini masih menunggu kepastian proses pemulangan dari sana menuju Banyuwangi.
Baru Tiga Bulan di KM Virgo Transport 8
Dede bukan orang baru di dunia pelayaran. Pria 30 tahun tersebut telah sekitar 10 tahun menjalani profesi sebagai anak buah kapal.
Namun, kebersamaannya dengan KM Virgo Transport 8 baru berlangsung sekitar tiga bulan sebelum insiden kapal terbalik terjadi.
Ada cerita lain yang membuat keluarga semakin terenyuh.
Dede sebenarnya sudah dijadwalkan pulang ke Banyuwangi pada Kamis (10/9). Kepulangannya direncanakan untuk menghadiri acara selamatan rumah baru.
Namun, rencana tersebut urung dilakukan. Dede memilih menyelesaikan satu perjalanan atau trip terakhir bersama kapal tersebut sebelum mengambil cuti dan pulang.
Keputusan itu akhirnya membuat kepulangannya ke rumah justru tertunda oleh tragedi di laut.
Ibu Masih Menangis, Keluarga Menunggu di Rumah
Bagi keluarga, kepastian Dede selamat memang menjadi kelegaan besar. Tetapi rasa cemas belum sepenuhnya hilang.
Kini perhatian keluarga tertuju pada satu hal: memastikan Dede segera tiba di daratan dan dapat kembali ke Banyuwangi.
Andik berharap proses evakuasi dan pemulangan putranya berjalan lancar. Dia juga ingin segera melihat Dede kembali berkumpul bersama keluarga setelah melewati situasi yang berat di tengah laut.
Sang ibu bahkan disebut masih sering menangis sejak mengetahui kabar kecelakaan tersebut.
"Harapan kami sekarang hanya satu, Dede bisa secepatnya dipulangkan ke darat dan kami bisa berkumpul kembali," pungkas Andik.
Bagi keluarga di Giri, kabar Dede selamat bukan sekadar informasi. Setelah sempat dihantui ketidakpastian, kabar itu menjadi alasan untuk kembali berharap: bahwa putra mereka yang berangkat bekerja sebagai ABK akhirnya bisa pulang dan kembali berkumpul bersama keluarga. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin