RADAR BANYUWANGI – Enam nelayan selamat setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam dihantam ombak di Perairan Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Sabtu sore (12/9). Keenamnya sempat terpencar dan bertahan di rumpon serta bagan laut sebelum seluruhnya berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan ke Pantai Marina Boom Banyuwangi.
Kapal tersebut tengah membawa enam orang menuju bagan laut untuk memancing ikan ketika kecelakaan terjadi. Mereka yakni Mula, 56, selaku nakhoda; Aldi Dharmawan, 20; Aziz, 46; Wahyu, 23; Rudi Hartono, 34; dan Solihin, 50.
Laporan kecelakaan laut diterima Kantor SAR Banyuwangi pada pukul 15.48. Tim Rescue langsung bergerak menuju lokasi menggunakan RIB-02 Banyuwangi untuk melakukan pencarian dan pertolongan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi I Made Oka Astawa mengatakan, tim tiba di lokasi sekitar pukul 16.50. Saat itu, petugas mendapatkan informasi bahwa keenam korban berada di dua lokasi berbeda.
Empat korban diketahui bertahan di sebuah rumpon di permukaan laut. Lokasinya berada pada radial 126 derajat dengan jarak sekitar 0,3 nautical mile dari titik kejadian.
Sementara dua korban lainnya berhasil mencapai bagan laut dan bertahan di lokasi tersebut.
“Tim langsung melakukan evakuasi terhadap seluruh korban. Empat korban berhasil dievakuasi dari rumpon dalam kondisi selamat, kemudian tim melanjutkan evakuasi terhadap dua korban lainnya yang berada di bagan,” kata Oka.
Evakuasi berlangsung hingga sekitar pukul 17.50. Keenam korban kemudian dibawa menggunakan RIB-02 menuju Pantai Marina Boom Banyuwangi.
Sekitar pukul 18.43, seluruh korban tiba di dermaga dalam kondisi selamat. Mereka kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
“Pada pukul 18.43, RIB-02 tiba di Dermaga Pantai Marina Boom dengan seluruh korban dalam kondisi selamat,” ujarnya.
Operasi penyelamatan tersebut melibatkan 10 personel Tim Rescue Kantor SAR Banyuwangi. Mereka diperkuat dua personel Damkarmat Banyuwangi, dua personel kepolisian, satu personel TNI, serta lima masyarakat dan nelayan sekitar.
Tim gabungan menggunakan sejumlah peralatan pendukung, di antaranya Rescue Car Type 2, RIB-02 Banyuwangi, peralatan water rescue, perlengkapan medis, dan alat komunikasi.
Proses evakuasi berlangsung dengan kondisi cuaca relatif cerah. Namun, tinggi gelombang di perairan tersebut berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter. Angin bertiup sekitar 10 knot dari arah tenggara.
Kondisi laut tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat ketika harus menjangkau korban yang terpencar di rumpon dan bagan.
Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, Kantor SAR Banyuwangi mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur SAR gabungan, termasuk masyarakat dan nelayan yang ikut membantu proses pertolongan.
“Dengan seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, operasi SAR kami usulkan untuk ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas sinergi dan dedikasi dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan,” pungkas Oka. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin