Evakuasi Virgo Transport 8 Berlanjut, Nasib 70 Orang Belum Terdata

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 14:18 WIB
CEMAS: Bibi Imam Bukhari dan para keluarga penumpang menunggu kabar proses evakuasi penumpang Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
CEMAS: Bibi Imam Bukhari dan para keluarga penumpang menunggu kabar proses evakuasi penumpang Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADAR BANYUWANGI – Evakuasi Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan pelayaran di Laut Jawa masih berpacu dengan waktu. Hingga Minggu (13/9/2026), sebanyak 86 dari total 243 penumpang dan kru telah dievakuasi menggunakan tiga kapal penyelamat. Dari jumlah tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara status 70 orang lainnya masih dalam proses pendataan.

Data tersebut tercatat dalam pembaruan resmi di papan informasi Posko Evakuasi Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Angka itu menunjukkan operasi penyelamatan masih jauh dari kata selesai. Petugas masih berupaya memastikan kondisi seluruh penumpang dan kru kapal yang sebelumnya melayani rute Surabaya–Banjarmasin tersebut.

Tiga kapal yang terlibat dalam proses evakuasi hingga pembaruan terakhir adalah TB TCP, TB MALHAWY IX, dan MV HAIDA.

TB TCP tercatat membawa 38 orang dari lokasi kejadian. Namun, posko belum mendapatkan rincian mengenai kondisi 38 orang tersebut.

Sementara itu, TB MALHAWY IX mengevakuasi 16 orang. Sebanyak 15 orang tercatat selamat, sedangkan satu orang dinyatakan meninggal dunia.

Adapun MV HAIDA membawa 32 orang dari lokasi kecelakaan. Kondisi para penumpang dan kru yang dievakuasi kapal tersebut masih dalam proses pendataan.

Dengan demikian, dari 86 orang yang sudah berhasil dievakuasi, baru 16 orang yang memiliki status terperinci, yakni 15 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sedangkan 70 orang lainnya masih menunggu pembaruan data dari posko.

Situasi tersebut membuat suasana di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin belum mereda.

Keluarga Menunggu Kabar

Di tengah hiruk-pikuk operasi evakuasi, keluarga penumpang berdatangan ke posko. Mereka menunggu satu hal yang paling penting: kepastian bahwa orang-orang yang mereka cintai ditemukan dalam keadaan selamat.

Salah satunya Normalasari. Dia datang bersama sejumlah anggota keluarga untuk mencari kabar kakaknya, Imam Bukhari, yang diketahui berada di dalam Virgo Transport 8.

Imam berangkat dari Sidoarjo dan bekerja sebagai sopir. Informasi terakhir yang diterima keluarga mengenai keberadaannya datang sekitar pukul 03.00 WITA, Sabtu (12/9/2026).

“Saudara laki-laki saya, kakak saya, naik kapal Virgo itu. Kakak saya dari Sidoarjo, jadi sopir. Saya panik,” ujar Normalasari.

Kecemasan juga terlihat dari keluarga yang datang bersamanya. Sang bibi menunggu dengan mata berkaca-kaca. Mereka belum mendapatkan kepastian mengenai kondisi Imam.

Di antara keluarga penumpang lainnya, situasi serupa juga terjadi. Papan informasi posko menjadi salah satu tempat yang terus dipantau untuk mengetahui perkembangan terbaru operasi SAR.

Kontak Terputus Saat Cuaca Buruk

Kecelakaan Virgo Transport 8 bermula ketika komunikasi dengan kapal tersebut dilaporkan terputus sekitar pukul 02.00 WITA, Sabtu (12/9/2026).

Saat itu, kapal berada di tengah kondisi cuaca buruk di Laut Jawa. Posisi terakhir Virgo Transport 8 diperkirakan berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin menerima laporan mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 04.10 WITA dari Yoel Rihi, General Manager PT Virgo.

Laporan itu langsung memicu operasi pencarian dan pertolongan. Tim SAR gabungan mengerahkan KN SAR Laksmana 241 menuju koordinat terakhir keberadaan kapal.

SAR Mission Coordinator (SMC) Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan keselamatan seluruh penumpang dan kru menjadi prioritas utama.

“Mengingat jumlah penumpang dan awak kapal yang cukup banyak, kami mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian dan memastikan keselamatan seluruh penumpang serta awak kapal,” ujarnya.

Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur. Di antaranya KSOP Banjarmasin, Lanal Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalsel, Distrik Navigasi, PT Pelindo, serta agen kapal.

Selain KN SAR Laksmana 241, petugas juga menyiagakan peralatan water rescue, dua set perlengkapan selam, serta perangkat komunikasi satelit Starlink untuk mendukung operasi di laut.

Pencarian Masih Berlangsung

Putu meminta keluarga penumpang tidak mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diminta menunggu perkembangan yang disampaikan petugas melalui posko resmi.

“Kami mengimbau masyarakat dan keluarga penumpang tetap tenang serta menunggu informasi resmi dari petugas. Tim SAR gabungan terus melakukan pemantauan dan pencarian berdasarkan perkembangan situasi di lapangan,” katanya.

Hingga pembaruan terakhir di Posko Evakuasi Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, operasi penyelamatan Virgo Transport 8 masih berlangsung. Sebanyak 86 orang telah dievakuasi, satu di antaranya meninggal dunia.

Sementara itu, status 70 orang yang sudah dievakuasi masih menunggu pendataan lebih lanjut. Di sisi lain, pencarian dan evakuasi terhadap penumpang serta kru lainnya terus dilakukan.

Bagi keluarga yang masih menunggu, setiap pembaruan data bukan sekadar angka. Itu adalah harapan tentang kabar keselamatan orang-orang yang mereka cintai. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Radar Banjarmasin
evakuasi penumpang Virgo Transport 8 Pelabuhan Trisakti kecelakaan Laut Jawa SAR Banjarmasin