Jejak Virgo Transport 8 Sebelum Hilang di Laut Jawa: Eks Kapal Jepang Berusia 39 Tahun

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 14:15 WIB
Virgo Transport 8 hilang kontak di Laut Jawa. Kapal buatan Jepang itu berusia 39 tahun dan terakhir terdeteksi 80 mil dari Banjarmasin. (Vessel Finder)
Virgo Transport 8 hilang kontak di Laut Jawa. Kapal buatan Jepang itu berusia 39 tahun dan terakhir terdeteksi 80 mil dari Banjarmasin. (Vessel Finder)

RADAR BANYUWANGI – Di balik pencarian KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026), tersimpan riwayat panjang kapal yang kini menjadi perhatian. Kapal rute Surabaya–Banjarmasin tersebut ternyata bukan kapal baru. Dibangun di Jepang pada 1987, kapal itu kini telah berusia sekitar 39 tahun dan sebelumnya dikenal dengan nama Ferry Kurushima.

Riwayat tersebut menjadi bagian penting untuk menelusuri identitas kapal yang tengah dicari tim SAR di perairan menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Berdasarkan data pemantauan kapal yang tersedia, Ferry Kurushima dibangun dan diselesaikan pada 1987 di galangan kapal Shin Kurushima Onishi, Jepang.

Puluhan tahun kemudian, kapal tersebut berganti nama dan beroperasi di Indonesia sebagai KM Virgo Transport 8.

Artinya, ketika kapal kehilangan kontak pada Minggu dini hari, usia kapal telah mencapai sekitar 39 tahun.

Pernah Layani Rute Jepang

Sebelum beroperasi di Indonesia, kapal yang kini dikenal sebagai Virgo Transport 8 memiliki rekam jejak pelayaran di Jepang.

Ferry Kurushima tercatat pernah melayani rute penumpang di Negeri Sakura. Perjalanan terakhirnya di Jepang disebut berlangsung pada 30 Juni 2025, dengan rute antara Pelabuhan Kokura dan Pelabuhan Matsuyama.

Setelah perjalanan terakhir tersebut, kapal kemudian diketahui beroperasi di Indonesia menggunakan nama KM Virgo Transport 8.

Perubahan nama, wilayah operasi, dan rute membuat riwayat Ferry Kurushima menjadi bagian dari perjalanan panjang kapal sebelum akhirnya menghadapi musibah dalam pelayaran Surabaya–Banjarmasin.

Namun, usia kapal maupun riwayat operasionalnya belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab hilang kontak. Penyebab kejadian tetap membutuhkan pemeriksaan dan investigasi dari pihak berwenang.

Titik Terakhir Terdeteksi di Perairan Banjarmasin

Di tengah pencarian, titik terakhir keberadaan kapal menjadi informasi krusial bagi tim SAR.

Kantor SAR Banjarmasin mencatat posisi terakhir KM Virgo Transport 8 berada sekitar 80 nautical mile (NM) dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Koordinat terakhir yang dicatat berada di 4°31'51.82"S 114°2'6.88"E, dengan arah pelayaran 203,94 derajat.

Kapal dilaporkan kehilangan kontak sekitar pukul 02.00 Wita. Dua jam kemudian, tepatnya pukul 04.10 Wita, laporan mengenai kapal tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin.

Posisi terakhir itu kemudian menjadi salah satu acuan utama dalam pengerahan unsur pencarian dan pertolongan.

Data pemantauan kapal dari VesselFinder dan MarineTraffic juga menunjukkan posisi terakhir Virgo Transport 8 berada di kawasan perairan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Berangkat dari Surabaya, Dijadwalkan Tiba di Banjarmasin

Sebelum hilang kontak, Virgo Transport 8 memulai perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Data perjalanan mencatat kapal berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9) pukul 10.33 WIB. Kapal dijadwalkan tiba di Banjarmasin pada Minggu (13/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

Dengan jadwal tersebut, kapal seharusnya masih dalam perjalanan ketika komunikasi terputus pada dini hari.

Kapal dilaporkan membawa ratusan orang dalam pelayaran tersebut. Data yang disampaikan dalam perkembangan operasi SAR sebelumnya menyebut total orang yang berada di atas kapal mencapai 243 orang, terdiri atas penumpang dan awak kapal.

Dalam perkembangan operasi pencarian hingga Minggu siang, 103 orang telah berhasil dievakuasi, dengan satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Sementara itu, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap penumpang dan awak kapal yang belum ditemukan.

Cuaca Buruk Sebelum Hilang Kontak

Kondisi cuaca juga menjadi bagian penting dalam rangkaian kejadian.

Sebelum komunikasi terputus, Virgo Transport 8 dilaporkan menghadapi cuaca buruk saat berlayar menuju Banjarmasin.

Informasi tersebut menjadi salah satu fakta dalam kronologi awal musibah. Namun, hubungan antara kondisi cuaca dengan hilangnya kontak kapal masih memerlukan kepastian dari hasil pemeriksaan pihak berwenang.

Tim SAR kini berpacu dengan waktu untuk memperluas area pencarian berdasarkan posisi terakhir kapal.

Sejumlah kapal dikerahkan untuk menyisir perairan. Pencarian juga didukung unsur udara guna memperluas jangkauan operasi.

Di darat, keluarga penumpang menunggu perkembangan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Di laut, pencarian terus berlangsung.

Bagi keluarga, titik koordinat terakhir bukan sekadar angka di peta. Itu menjadi petunjuk penting yang memberi arah pada upaya menemukan orang-orang yang hingga kini masih dinantikan kepulangannya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Virgo Transport 8 Kapal hilang kontak Kapal buatan Jepang Ferry Kurushima laut jawa