Nelayan Bali Hilang di Laut, Jenazah Ditemukan Mengambang di Alas Purwo

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah yang ditemukan di Perairan Sengrong dekat Alas Purwo menuju Pelabuhan Boom Banyuwangi setelah bertolak dari posko taktis Pelabuhan Muncar, Sabtu (12/9). (Enggar for Radar Banyuwangi)
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah yang ditemukan di Perairan Sengrong dekat Alas Purwo menuju Pelabuhan Boom Banyuwangi setelah bertolak dari posko taktis Pelabuhan Muncar, Sabtu (12/9). (Enggar for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI — Pencarian nelayan asal Jembrana, Bali, yang hilang setelah sampan yang ditumpanginya tenggelam akhirnya menemukan titik terang. Sesosok jenazah ditemukan mengambang di Perairan Sengrong, kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Banyuwangi, Sabtu (12/9). Jenazah tersebut diduga kuat merupakan I Gusti Putu Sugiarta, 38, nelayan yang hilang setelah kecelakaan laut di Perairan Pulukan, Jembrana.

Temuan tersebut sekaligus menjawab teka-teki arah hanyut korban yang sejak Kamis (10/9) menjadi perhatian tim SAR gabungan. Arus laut diduga membawa korban dari perairan selatan Bali menuju wilayah perairan Banyuwangi.

Sejak Jumat (11/9), personel gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, hingga kru Kapal Todak 01 Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur telah bersiaga di Pelabuhan Muncar. Tim memprediksi arus laut berpotensi membawa korban ke perairan Banyuwangi.

Prediksi tersebut akhirnya terbukti. Laporan dari nelayan setempat mengenai adanya jenazah mengambang di Perairan Sengrong langsung ditindaklanjuti tim SAR. Petugas bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Blambangan melalui Pelabuhan Boom untuk menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi.

Kanit Polairud Muncar Aipda I Wayan Wedhana membenarkan penemuan tersebut. Namun, dia menegaskan identitas jenazah belum dapat dipastikan sebelum pemeriksaan medis selesai.

"Diduga kuat jenazah tersebut adalah korban yang hilang di Bali. Untuk memastikannya secara medis, jasad korban langsung dibawa ke RSUD Blambangan guna pemeriksaan lebih lanjut," terang Wayan.

Sampan Tenggelam Dihantam Kayu

Kecelakaan laut yang menimpa korban terjadi pada Kamis (10/9). Saat itu, sampan fiber bernama Rahayu tengah beraktivitas di laut ketika dihantam kayu yang mengapung.

Benturan tersebut membuat sampan tenggelam. Dari tiga orang yang berada di atas perahu, dua penumpang berhasil menyelamatkan diri. Sementara Sugiarta dinyatakan hilang.

Pencarian kemudian dilakukan di sekitar lokasi kecelakaan. Seiring waktu, pencarian diperluas ke wilayah yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban akibat pengaruh arus laut.

Pelabuhan Muncar menjadi salah satu titik konsolidasi pencarian. Tim gabungan menyisir perairan sekitar Banyuwangi sembari menunggu kemungkinan korban terbawa arus dari wilayah Bali.

Kru Kapal Todak 01 Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jatim Enggar Afrian mengatakan, koordinasi lintas unsur menjadi kunci dalam proses pencarian.

"Sejak Jumat kami sudah menyisir Perairan Muncar. Alhamdulillah, kemarin sudah ditemukan. Namun, kepastian identitasnya masih menunggu hasil pemeriksaan rumah sakit," tandasnya.

Kini, perhatian tim beralih pada proses identifikasi di RSUD Blambangan. Hasil pemeriksaan medis akan menentukan apakah jenazah yang ditemukan di Perairan Sengrong tersebut benar merupakan I Gusti Putu Sugiarta, nelayan Jembrana yang hilang setelah kecelakaan laut di Perairan Pulukan.

Jika identitas tersebut terkonfirmasi, pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan dari dua wilayah akhirnya menemukan titik akhir setelah korban diduga terbawa arus hingga perairan selatan Banyuwangi. (why/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Nelayan Jembrana Perairan Alas Purwo Kecelakaan laut Bali SAR Muncar Nelayan Hilang