RADAR BANYUWANGI — Gempa bumi bermagnitudo 3,8 mengguncang Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026) dini hari. Berpusat di darat dengan kedalaman hanya 10 kilometer, gempa Wonosobo hari ini membuat guncangan terasa di sejumlah wilayah sekitar, mulai Wonosobo, Wanayasa, Dieng, Banjarnegara, hingga Batang.
Berdasarkan informasi gempa terkini BMKG, lindu tersebut terjadi pada pukul 02.43.01 WIB. Episentrum gempa berada di koordinat 7,26 Lintang Selatan (LS) dan 109,91 Bujur Timur (BT).
Pusat gempa tercatat berada sekitar 12 kilometer di utara Wonosobo. Dengan episentrum berada di daratan dan kedalaman yang tergolong dangkal, getaran gempa dapat terasa cukup nyata meski magnitudonya tidak besar.
Gempa terjadi ketika sebagian besar masyarakat masih terlelap. Guncangan yang terasa di sejumlah wilayah membuat peristiwa tersebut menjadi perhatian warga pada Sabtu dini hari.
Gempa Wonosobo Terasa hingga Wilayah Sekitar
Tidak hanya warga di sekitar pusat gempa yang merasakan getaran. Berdasarkan data intensitas BMKG, guncangan juga dirasakan di sejumlah daerah yang berada di sekitar Wonosobo.
Di Wonosobo dan Wanayasa, intensitas gempa tercatat mencapai III Modified Mercalli Intensity (MMI).
Pada skala III MMI, getaran umumnya terasa nyata di dalam rumah. Sensasinya dapat menyerupai getaran akibat kendaraan berat atau truk yang melintas.
Sementara itu, Dieng dan Banjarnegara merasakan guncangan pada kisaran II-III MMI.
Adapun Batang tercatat mengalami intensitas II MMI. Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan oleh beberapa orang, terutama mereka yang berada di dalam ruangan. Benda-benda ringan yang tergantung juga dapat ikut bergoyang.
Data Gempa Wonosobo Hari Ini
Berikut rincian gempa yang mengguncang Wonosobo pada Sabtu dini hari:
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Tanggal | Sabtu, 12 September 2026 |
| Waktu | 02.43.01 WIB |
| Magnitudo | 3,8 |
| Kedalaman | 10 kilometer |
| Lokasi episentrum | 12 km utara Wonosobo |
| Koordinat | 7,26 LS - 109,91 BT |
| Pusat gempa | Darat |
| Wilayah terdampak | Wonosobo, Wanayasa, Dieng, Banjarnegara, Batang |
Mengapa Gempa Dangkal Terasa Lebih Nyata?
Kedalaman sumber gempa menjadi salah satu faktor yang memengaruhi seberapa kuat getaran dirasakan di permukaan.
Gempa dengan episentrum relatif dangkal memiliki jarak yang lebih dekat dengan permukaan bumi. Karena itu, energi getarannya dapat lebih mudah dirasakan masyarakat di sekitar pusat gempa.
Hal tersebut turut menjelaskan mengapa gempa Wonosobo M3,8 bisa terasa di sejumlah wilayah meski kekuatannya relatif kecil.
Namun, tingkat guncangan yang dirasakan setiap wilayah tidak hanya ditentukan magnitudo dan kedalaman. Kondisi tanah, jarak dari episentrum, serta karakter bangunan juga dapat memengaruhi pengalaman masyarakat saat gempa terjadi.
Warga Diminta Tetap Tenang
Gempa bumi merupakan fenomena alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat di wilayah yang merasakan guncangan disarankan tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Setelah gempa, warga dapat memeriksa kondisi rumah dan memastikan tidak terdapat kerusakan yang membahayakan sebelum kembali beraktivitas di dalam bangunan.
Informasi mengenai gempa susulan maupun perkembangan aktivitas kegempaan sebaiknya dipantau melalui kanal resmi BMKG.
Bagi masyarakat yang merasakan gempa, informasi mengenai lokasi, waktu, serta intensitas guncangan juga penting untuk diperhatikan karena dapat membantu menggambarkan sebaran dampak gempa di wilayah Jawa Tengah. (*)
Editor : Ali Sodiqin