Mahasiswa FK UB Ditemukan Tak Sadarkan Diri, Polisi Dalami Kronologi Kejadian

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 13:55 WIB
Lingkungan Universitas Brawijaya, Malang, tempat terjadinya insiden yang melibatkan seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran pada Kamis (10/9) pagi. (Radar Malang)
Lingkungan Universitas Brawijaya, Malang, tempat terjadinya insiden yang melibatkan seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran pada Kamis (10/9) pagi. (Radar Malang)

RADAR BANYUWANGI - Seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) berinisial R, 19, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di lingkungan kampus pada Kamis (10/9) pagi. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta mengatakan, kepolisian menerima laporan mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 06.00. Petugas Polsek Lowokwaru kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.

Saat ditemukan, R masih bernapas tetapi dalam kondisi tidak sadarkan diri. Petugas bersama tenaga kesehatan selanjutnya melakukan evakuasi terhadap korban ke RSSA.

“Yang bersangkutan tercatat sebagai mahasiswa FK UB semester 3,” ungkap Anang saat dikonfirmasi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai perkembangan kondisi kesehatan R. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui secara lengkap rangkaian kejadian yang terjadi di lingkungan kampus tersebut.

Informasi awal yang diterima kepolisian menyebut korban diduga mengalami insiden setelah berada di salah satu gedung di lingkungan UB. Namun, polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab maupun latar belakang kejadian.

Keterangan mengenai dugaan korban terjatuh dari lantai enam sebelumnya juga beredar dari informasi di lokasi. Seorang mahasiswa yang berada di sekitar kampus mengatakan korban telah dievakuasi setelah kejadian dan diduga mengalami cedera pada bagian tangan serta kaki.

Namun, informasi tersebut belum menjadi kesimpulan resmi mengenai kronologi. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa, termasuk kondisi korban dan faktor yang melatarbelakangi kejadian.

Kepala Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan (ULTKSP) Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) UB Dwi Retnoningsih membenarkan adanya kejadian yang melibatkan mahasiswa di lingkungan fakultas.

Menurut Dwi, mahasiswa yang terlibat merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2025. Ia belum memberikan keterangan lebih jauh karena perkara tersebut masih ditangani kepolisian.

“Benar, anak FK angkatan 2025 yang mengalami kejadian tersebut. Sekarang sedang ditangani oleh kepolisian,” tutur Dwi.

Sebelumnya, muncul sejumlah informasi mengenai identitas fakultas korban. Keterangan dari Kapolsek Lowokwaru dan ULTKSP FBiPK UB menyebut korban merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran. Sementara itu, seorang mahasiswa di lokasi sempat menyebut dugaan bahwa korban berasal dari fakultas lain.

Perbedaan informasi tersebut membuat keterangan mengenai identitas korban dan kronologi kejadian perlu menunggu konfirmasi resmi dari Universitas Brawijaya.

Staf Humas Fakultas Kedokteran UB Dame Marpaung mengatakan pihak universitas akan menyampaikan informasi lebih lanjut melalui konferensi pers.

“Terkait kejadian yang ada di UB hari ini nanti akan ada press conference dari UB, mohon ditunggu nggih untuk informasi waktu dan tempatnya,” kata Dame.

Polisi hingga kini masih melakukan pemeriksaan terkait insiden tersebut. Belum ada keterangan resmi yang memastikan penyebab kejadian maupun latar belakang yang menyertainya.

Perkembangan mengenai kondisi korban dan hasil pemeriksaan kepolisian masih menunggu keterangan resmi dari pihak terkait. Universitas Brawijaya juga dijadwalkan memberikan penjelasan lebih lanjut melalui konferensi pers.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : malangposcomedia.id, beritajatim.com, malangtimes.com, Radar Malang
Polsek Lowokwaru mahasiswa FK UB insiden kampus RSSA Malang universitas brawijaya