RADAR BANYUWANGI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diwarnai dugaan keracunan. Kali ini, 316 siswa dan guru dari SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati, Jawa Tengah, mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan, hingga harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan pada Rabu (9/9).
Jumlah tersebut terdiri atas 273 siswa dan 43 guru dari dua sekolah. Ambulans pun terlihat berderet membawa para pelajar untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Ratusan siswa dan guru tersebut ditangani di empat fasilitas kesehatan di Kabupaten Pati. Yakni Puskesmas Gembong, RSUD RAA Soewondo Pati, RS Keluarga Sehat Hospital (KSH), dan RS Mitra Bangsa Pati.
Dugaan keracunan itu mencuat setelah sejumlah siswa dan guru mengalami berbagai keluhan mulai Selasa malam hingga Rabu pagi. Gejalanya antara lain diare, mual, muntah, dan sakit perut.
Keluhan Muncul Setelah Santap Menu MBG
Dugaan tersebut berkaitan dengan makanan MBG yang dibagikan pada Selasa (8/9). Menu yang dikonsumsi para siswa dan guru saat itu terdiri atas nasi bakar ayam suwir, telur ceplok, orek tempe, lalapan, kerupuk udang, dan semangka.
Namun, hingga saat ini penyebab pasti munculnya gejala tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut.
Salah seorang orang tua siswa SMPN 1 Gembong, Anis, mengatakan anaknya mengalami sejumlah gejala setelah mengonsumsi makanan tersebut.
"Menunya nasi bakar, itu menu kemarin. Yang dirasakan ya mual, muntah, terus ini mimisan. BAB sudah 4 kali," ujar Anis kepada wartawan, Rabu (9/9).
Informasi mengenai dugaan keracunan diterima Anis melalui grup sekolah. Setelah mendapat kabar tersebut, dia langsung membawa anaknya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.
"Langsung ada info di grup itu, langsung orang tua pada ke sini (rumah sakit)," katanya.
Sebagai orang tua, Anis mengaku khawatir melihat kondisi anaknya. Meski kondisinya mulai membaik, sang anak disebut sempat menolak mendapatkan infus.
"Perasaannya ya was-waslah, ini anaknya udah baikan, enggak mau diinfus. Kalau trauma, ya trauma ini," sambungnya.
316 Orang Mengalami Gejala
Hingga Rabu petang, jumlah warga sekolah yang mengalami gejala mencapai 316 orang. Rinciannya, 273 siswa dan 43 guru dari SMPN 1 Gembong dan MTsN 3 Pati.
Munculnya keluhan dalam rentang waktu setelah konsumsi makanan MBG membuat dugaan keracunan menjadi perhatian. Terlebih, kasus tersebut melibatkan siswa dan guru dalam jumlah besar.
Meski demikian, hubungan sebab-akibat antara menu MBG dan kondisi kesehatan para korban tetap membutuhkan pembuktian melalui pemeriksaan makanan, sampel biologis, serta penelusuran terhadap proses pengolahan dan distribusi makanan.
Peristiwa ini menambah panjang perhatian terhadap aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Selain kandungan gizi, keamanan bahan makanan, proses memasak, penyimpanan, hingga distribusi menjadi faktor penting agar makanan yang diterima siswa tetap aman dikonsumsi.
Untuk sementara, fokus penanganan berada pada kondisi kesehatan para siswa dan guru yang mengalami gejala. Mereka telah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapat pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi masing-masing.
Dengan 316 siswa dan guru yang mengalami gejala, dugaan keracunan MBG di Pati menjadi perhatian serius. Penanganan medis berjalan, sementara penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : jawapos.com