BYD M6 Disebut Error hingga Tewaskan 8 Orang di Jakbar, Ini Fakta Sebenarnya

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 11:00 WIB
BYD M6 diduga terlibat kecelakaan maut di arah Puri Indah Mall, Jakarta Barat. (X: @adarwis)
BYD M6 diduga terlibat kecelakaan maut di arah Puri Indah Mall, Jakarta Barat. (X: @adarwis)

RADAR BANYUWANGI – Kabar BYD M6 mengalami error hingga disebut tak bisa direm dan menyebabkan delapan orang meninggal dunia ramai beredar di media sosial. Faktanya, polisi menyebut kecelakaan beruntun di Jalan Kembang Kerep, Kembangan, Jakarta Barat, pada Sabtu (5/9/2026) menewaskan tiga orang dan melukai empat lainnya, sementara penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.

Kabar mengenai kecelakaan tersebut kembali menjadi perbincangan setelah akun X @adarwis mengunggah narasi pada Senin (7/9).

Dalam unggahan itu disebutkan mobil listrik BYD M6 mengalami masalah sehingga terus melaju dan tidak dapat direm. Mobil kemudian disebut menabrak trotoar serta tiang listrik hingga pengendara motor menjadi korban.

Narasi tersebut bahkan menyebut angka korban mencapai delapan orang meninggal dunia.

Namun, angka tersebut tidak sesuai dengan keterangan kepolisian. Berdasarkan penjelasan polisi, kecelakaan di Jalan Kembang Kerep mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka-luka. 

Kecelakaan Terjadi Sabtu Sore

Kecelakaan maut tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB pada Sabtu, 5 September 2026, di dekat turunan Jembatan Kembang Kerep, Kembangan, Jakarta Barat.

Kecelakaan melibatkan sejumlah kendaraan dan berawal ketika minibus BYD dengan nomor polisi B 2703 BNA yang dikemudikan Karsono melaju dari arah selatan menuju utara.

Saat berada di dekat turunan jembatan, BYD tersebut menabrak bagian belakang Kijang Innova bernomor polisi B 1277 UIH yang dikemudikan Hadi Wibawa.

Benturan membuat Innova terdorong ke depan hingga menghantam Toyota Fortuner bernomor polisi L 1021 BAD. 

Fortuner Oleng, Motor Satu Keluarga Jadi Korban

Setelah dihantam dari belakang, Fortuner kehilangan kendali dan oleng ke kanan.

Bagian samping kiri Fortuner kemudian menghantam sepeda motor Honda Vario bernomor polisi B 4915 BCD yang melintas di sisi jalan.

Motor tersebut dikendarai satu keluarga.

Rangkaian tabrakan itu berujung fatal. Tiga anggota keluarga yang berada di sepeda motor meninggal dunia. Polisi menyebut korban terdiri atas pengendara sepeda motor, seorang perempuan penumpang, dan seorang anak. 

Pengendara motor, Andi Prasetyo, sempat dibawa ke rumah sakit akibat luka berat. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Total kecelakaan tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka. 

Benarkah BYD M6 Mengalami Error?

Pertanyaan ini menjadi bagian yang paling banyak dibicarakan di media sosial.

Sejumlah warganet menduga kecelakaan terjadi karena BYD M6 mengalami gangguan atau tidak dapat direm. Ada pula yang mengaitkannya dengan pengalaman pengemudi yang baru menggunakan mobil listrik.

Namun, sejauh informasi resmi yang tersedia, belum ada kesimpulan polisi bahwa kecelakaan disebabkan rem blong atau sistem BYD M6 mengalami error.

Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan barang bukti untuk mengetahui rangkaian dan penyebab kecelakaan secara pasti. 

Karena itu, klaim bahwa BYD M6 mengalami error hingga menyebabkan kecelakaan maut masih sebatas informasi yang beredar di media sosial dan belum terkonfirmasi secara resmi.

BYD Belum Beri Konfirmasi

Di tengah ramainya perbincangan, JawaPos.com telah mencoba meminta keterangan kepada pihak BYD mengenai dugaan gangguan pada kendaraan tersebut.

Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi dari pihak BYD mengenai kondisi kendaraan maupun dugaan sistem pengereman bermasalah.

Hal ini membuat kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan masih harus menunggu hasil pemeriksaan aparat.

Bukan Delapan Orang Meninggal

Perbedaan antara narasi media sosial dan keterangan resmi menjadi hal penting dalam kasus ini.

Narasi yang beredar menyebut delapan orang meninggal dunia. Sementara data kepolisian menyatakan korban meninggal berjumlah tiga orang, semuanya berasal dari satu keluarga, sedangkan empat korban lainnya mengalami luka-luka. 

Dengan demikian, informasi mengenai delapan korban meninggal tidak sejalan dengan data resmi yang telah disampaikan kepolisian.

Begitu pula dugaan BYD M6 mengalami error atau rem tidak berfungsi. Sampai penyebab resmi diumumkan, informasi tersebut belum dapat dinyatakan sebagai fakta.

Kecelakaan BYD M6 di Kembangan memang menelan tiga korban jiwa dan empat korban luka. Namun, apakah kecelakaan itu benar-benar dipicu kerusakan sistem pengereman atau error pada mobil listrik tersebut masih menjadi pertanyaan yang menunggu jawaban dari hasil penyelidikan polisi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : jawapos.com
BYD M6 Kecelakaan Jakbar BYD kecelakaan Kembang Kerep Mobil Listrik