Malam Tepergok Masuk Rumah Tetangga, Pagi Pemuda Sempu Ditemukan Meninggal

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 12:25 WIB
Polisi bersama TNI dan warga mendatangi lokasi kejadian serta mengevakuasi korban yang nekat mengakhiri hidupnya sendiri, Selasa (8/9). (Foto: Polsek Sempu)
Polisi bersama TNI dan warga mendatangi lokasi kejadian serta mengevakuasi korban yang nekat mengakhiri hidupnya sendiri, Selasa (8/9). (Foto: Polsek Sempu)

RADAR BANYUWANGI — Warga Dusun Mangli, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, dikejutkan penemuan seorang pemuda berinisial MFA, 29, yang meninggal dunia di area kebun warga, Selasa pagi (8/9). Polisi menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan persoalan yang dialami korban pada malam sebelumnya, tetapi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Peristiwa itu pertama kali diketahui NP, 35, warga setempat, sekitar pukul 06.30. Saat hendak menuju kandang ayam miliknya, NP melihat korban dalam kondisi tidak bernyawa di area kebun.

Terkejut dengan temuan tersebut, NP kemudian menghubungi kepala dusun. Informasi itu selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian.

Kapolsek Sempu AKP Satrio Wibowo membenarkan adanya kejadian tersebut. Setelah menerima laporan warga, polisi bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tim medis dari Puskesmas Karangsari mendatangi lokasi.

Petugas bersama warga kemudian mengevakuasi korban untuk dibawa ke rumah duka.

“Petugas bersama warga sekitar langsung mengevakuasi korban dari lokasi untuk dibawa ke rumah duka. Hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar Satrio.

Polisi Periksa Lokasi

Petugas selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan luar terhadap korban. Dari pemeriksaan tersebut, polisi tidak menemukan indikasi adanya kekerasan dari pihak lain.

Hasil pemeriksaan itu memperkuat dugaan bahwa kematian MFA berkaitan dengan tindakan yang dilakukan korban sendiri.

Meski demikian, polisi tetap melakukan penelusuran terhadap latar belakang peristiwa tersebut, termasuk meminta keterangan dari keluarga dan warga yang mengetahui kejadian sebelum korban ditemukan.

Ada Persoalan Malam Sebelumnya

Dari hasil penelusuran sementara, polisi menemukan adanya persoalan yang dialami MFA beberapa jam sebelum ditemukan meninggal.

Pada Senin malam (7/9) sekitar pukul 23.30, MFA diduga tepergok memasuki rumah salah seorang tetangganya berinisial S.

Peristiwa tersebut diduga menjadi persoalan yang membuat korban merasa malu. Polisi masih mendalami hubungan antara kejadian malam tersebut dengan keputusan yang diambil korban.

“Memang ada riwayat permasalahan malam sebelum kejadian, korban diduga tepergok masuk ke rumah tetangganya,” kata Satrio.

Namun, polisi menegaskan pemilik rumah tidak memperpanjang persoalan tersebut. S, selaku pemilik rumah yang dimasuki korban, disebut tidak mengajukan tuntutan atas kejadian malam itu.

Keluarga Tolak Otopsi

Setelah kejadian, pihak keluarga MFA menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

Keluarga juga menyatakan menolak dilakukan otopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi. Keputusan tersebut dilakukan setelah polisi dan pihak medis melakukan pemeriksaan luar terhadap korban.

Polisi memastikan penanganan perkara tetap dilakukan sesuai prosedur berdasarkan temuan di lapangan dan keterangan sejumlah pihak.

Peristiwa tersebut meninggalkan duka bagi keluarga sekaligus menggemparkan warga Dusun Mangli. Polisi mengimbau masyarakat agar persoalan pribadi tidak dibiarkan berkembang menjadi tekanan berat dan meminta warga yang menghadapi masalah serius untuk segera mencari dukungan dari keluarga atau orang yang dipercaya. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Sempu Banyuwangi Pemuda meninggal Polisi Sempu Desa Karangsari Warga Banyuwangi