Dari Udara Terlihat, Api Kawah Ijen Belum Sepenuhnya Padam

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 23:30 WIB
PANTAUAN DARI UDARA: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani naik helikopter melihat peta titik karhutla di area Paltuding, Selasa (8/9). (Humas Pemkab Banyuwangi)
PANTAUAN DARI UDARA: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani naik helikopter melihat peta titik karhutla di area Paltuding, Selasa (8/9). (Humas Pemkab Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen memang mulai mereda, tetapi belum sepenuhnya aman. Dari udara, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani masih menemukan sejumlah titik api dan kepulan asap di lokasi yang sulit dijangkau, termasuk kawasan Gunung Papak, Selasa (8/9).

Pantauan itu dilakukan Ipuk bersama tim menggunakan helikopter pada Selasa pagi. Penerbangan tersebut bukan sekadar pemantauan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memastikan titik-titik panas yang tersisa dapat segera ditangani sebelum kembali berkembang menjadi kebakaran baru.

Dari jalur pendakian, jumlah titik api mulai berkurang setelah tim gabungan melakukan pemadaman melalui darat dan udara. Namun, sejumlah lokasi masih memperlihatkan asap yang menjadi tanda adanya bara atau potensi api kembali menyala.

“Pantauan dari udara memang masih ada titik-titik api, terutama di lokasi yang sulit dijangkau. Beberapa titik tersebut masih menimbulkan asap dan terindikasi ada kerawanan akan adanya api,” kata Ipuk.

30 Kali Water Bombing Setiap Hari

Kondisi tersebut membuat operasi water bombing masih dilanjutkan. Helikopter dikerahkan untuk menyiram titik-titik yang terpantau mengeluarkan asap atau dinilai berpotensi memunculkan api baru.

Dalam sehari, rata-rata dilakukan sekitar 30 kali penyiraman. Setiap penerbangan membawa sekitar 1.000 liter air yang diambil dari embung milik PT Medco di kawasan Kawah Ijen.

Air kemudian dijatuhkan ke titik-titik yang menjadi sasaran pemadaman dari udara.

“Helikopter masih melakukan water bombing di titik-titik yang tadi terindikasi ada asap dan kemungkinan bisa menyebabkan api baru lagi. Selain water bombing, juga dilakukan mopping up untuk menyisir titik api,” tambah Ipuk.

Operasi dari udara tersebut menjadi penting karena medan kawasan Ijen tidak seluruhnya mudah dijangkau tim darat. Titik api yang berada di lokasi terjal atau sulit diakses berpotensi menyimpan bara dalam waktu lama.

Jika tidak segera ditemukan dan dipadamkan, bara tersebut dapat kembali menyala, terlebih kondisi vegetasi dan lahan yang masih kering.

Kejar Bara Sebelum Menjadi Api Baru

Selain water bombing, tim gabungan sejak Minggu (6/9) melakukan mopping up. Metode ini dilakukan dengan menyisir kawasan bekas terbakar untuk menemukan sekaligus memadamkan sisa bara sekecil apa pun.

Tujuannya sederhana, tetapi krusial: memastikan api benar-benar mati dan tidak kembali membesar.

“Mari doakan mudah-mudahan bisa tertangani dengan cepat, sehingga kebakaran tidak semakin meluas di lahan yang kering di kawasan Kawah Ijen ini,” ujar Ipuk.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 5 Banyuwangi Noviyani Utami mengatakan, mopping up juga difokuskan di jalur pendakian TWA Ijen.

Tim dari Balai Dalkarhut Jabalnusra diperbantukan untuk memperkuat penyisiran. Selain mencari bara, personel juga melakukan pemetaan luasan kawasan terdampak kebakaran sekaligus membersihkan jalur pendakian.

“Kami juga dibantu oleh BKO dari Balai Dalkarhut Jabalnusra untuk proses mopping up memastikan bara api tidak hidup lagi. Sekaligus mapping luasan kebakaran dan pembersihan jalur pendakian,” katanya.

Jalur Pendakian Dibersihkan, Targetnya Ijen Segera Dibuka

Penanganan Karhutla tidak berhenti pada pemadaman. Tim gabungan bersama relawan juga mulai memikirkan tahap pemulihan kawasan.

Hingga Selasa (8/9), pemantauan terhadap titik panas atau hotspot masih dilakukan secara aktif. Jalur pendakian TWA Ijen juga dibersihkan untuk mempercepat proses pemulihan kawasan.

Pembersihan tersebut menjadi salah satu langkah awal agar jalur pendakian dapat kembali digunakan ketika kondisi sudah benar-benar dinyatakan aman.

“Kami juga dibantu para relawan untuk melakukan pembersihan di jalur pendakian, agar Kawah Ijen bisa segera dibuka kembali,” tambah Noviyani.

Artinya, kapan Kawah Ijen kembali dibuka bagi wisatawan sangat bergantung pada hasil pemantauan dan penanganan titik api yang tersisa.

Pantauan Udara Jadi Kunci

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Partana mengatakan, penerbangan helikopter yang dilakukan kemarin memiliki dua fungsi sekaligus: memadamkan api dan memastikan kondisi lapangan dari udara.

Pantauan udara memungkinkan tim melihat titik-titik yang sulit diamati dari darat. Bersama Bupati Ipuk, Partana ikut memantau lokasi kebakaran dari jalur udara.

“Saya bersama Bu Bupati serta tim lakukan pemantauan dari helikopter untuk memantau titik api yang masih tersisa melalui jalur udara,” tutupnya.

Karhutla Kawah Ijen kini memang berada dalam fase yang lebih terkendali. Namun, asap yang masih muncul menjadi pengingat bahwa operasi belum selesai.

Selama bara belum benar-benar padam dan titik panas masih ditemukan, water bombing, mopping up, pemantauan hotspot, serta pembersihan jalur pendakian akan terus menjadi pekerjaan utama tim gabungan.

Api boleh mulai jinak, tetapi Kawah Ijen belum sepenuhnya aman. (*)

Editor : Ali Sodiqin
water bombing kebakaran Ijen TWA Kawah Ijen Karhutla Kawah Ijen Gunung Papak