RADAR BANYUWANGI – Karhutla di sepanjang jalur pendakian TWA Ijen mulai terkendali, tetapi kawasan tersebut belum sepenuhnya aman. Minggu (6/9), api memang telah padam, namun sejumlah bekas titik kebakaran masih mengeluarkan panas dan kepulan asap sehingga tim gabungan tetap melakukan patroli untuk mencegah api kembali menyala.
Kebakaran yang pertama kali terdeteksi pada Jumat (4/9) itu sebelumnya melanda sejumlah area di kawasan Ijen yang berada di wilayah Banyuwangi dan Bondowoso. Setelah dilakukan penanganan, kobaran api di jalur pendakian berhasil dipadamkan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Banyuwangi Partana mengatakan, kondisi jalur pendakian saat ini sudah jauh lebih terkendali. Meski begitu, proses penanganan belum dapat dinyatakan selesai karena masih ditemukan titik panas dan asap dari bekas kebakaran.
“Untuk saat ini di jalur pendakian Ijen titik kebakaran sudah padam, tetapi belum sepenuhnya,” ujarnya.
Partana menjelaskan, sisa panas tersebut menjadi perhatian tim karena berpotensi memicu munculnya kembali api. Terlebih, kepulan asap masih terlihat di sejumlah lokasi bekas terbakar.
“Masih terdapat sedikit titik panas serta kepulan asap dari bekas kebakaran,” tuturnya.
Karena itu, tim gabungan belum meninggalkan kawasan pendakian. Patroli terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api baru sekaligus mengantisipasi kemungkinan api kembali menyala dan menjalar ke area lain.
“Masih ada potensi kebakaran di jalur pendakian TWA Ijen karena masih ada kepulan asap dari bekas kebakaran. Sampai saat ini masih ada tim gabungan yang berpatroli di sekitar area pendakian Ijen,” jelas Partana.
Dua Titik Api di Hulu Jadi Perhatian
Sebelumnya, upaya pemadaman juga dilakukan dari udara. Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur Nur Patria Murniawan mengatakan, helikopter waterbombing dikerahkan untuk menjangkau dua titik api yang masih berkobar di kawasan hulu.
Operasi dari udara tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar api tidak bergerak menuju jalur pendakian Ijen maupun turun ke kawasan yang lebih rendah.
“Helikopter ini memadamkan dua titik api yang masih berkobar di kawasan hulu. Jadi yang mengarah ke jalur pendakian, sama satu lagi yang jelas mengarah ke bawah. Jangan sampai api malah turun dan merembet ke Gunung Ranti,” ungkapnya.
Langkah tersebut menjadi penting mengingat kawasan hutan di sekitar Ijen memiliki medan yang sulit dijangkau. Pemadaman dari udara membantu menjangkau titik yang tidak mudah didatangi personel melalui jalur darat.
Bekas Kebakaran Membentang hingga Pos 3
Salah satu pemandu wisata di kawasan Ijen, Kholil Hidayat, menyebut area yang sempat terbakar berada di sepanjang jalur pendakian, mulai dari Pos Puncak hingga Pos 3.
Vegetasi di sepanjang jalur tersebut ikut terdampak kebakaran.
“Untuk jalur pendakian TWA Ijen yang sempat terbakar mulai dari Pos Puncak hingga Pos 3,” tutupnya.
Selain TWA Ijen, kawasan Gunung Ranti juga masih ditutup sementara untuk aktivitas pendakian sejak Jumat (4/9). Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi setelah kebakaran terjadi di kawasan sekitar Ijen.
Dengan api utama di jalur pendakian yang telah padam, fokus penanganan kini bergeser pada pendinginan, pemantauan, dan patroli. Sebab, selama titik panas dan asap masih ditemukan, ancaman karhutla di kawasan Ijen belum sepenuhnya berakhir. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin