Wisatawan Tertipu Sewa Motor Fiktif di Banyuwangi, Kerugian Capai Rp1,7 Juta

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 16:10 WIB
Ilustrasi wisatawan menggunakan sepeda motor untuk berwisata di Banyuwangi. Calon penyewa diimbau memastikan identitas penyedia jasa sebelum melakukan pembayaran secara daring. (ChatGPT)
Ilustrasi wisatawan menggunakan sepeda motor untuk berwisata di Banyuwangi. Calon penyewa diimbau memastikan identitas penyedia jasa sebelum melakukan pembayaran secara daring. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Rencana menikmati liburan di Kabupaten Banyuwangi justru berujung pada pengalaman pahit bagi seorang wisatawan. Bella K. Marcellina mengaku menjadi korban penipuan jasa penyewaan sepeda motor fiktif setelah hendak mencari kendaraan untuk memudahkan perjalanan menuju kawasan Grand Watu Dodol (GWD).

Peristiwa tersebut dibagikan Bella melalui akun Threads pribadinya, @bebelvck, pada Sabtu (5/9). Ia menceritakan, keputusan menyewa sepeda motor bermula dari kekhawatiran menghadapi kepadatan arus lalu lintas di sekitar Pelabuhan Ketapang.

Menurut Bella, kendaraan roda dua dinilai lebih praktis untuk menghemat waktu perjalanan sekaligus menghindari potensi kemacetan menuju lokasi wisata.

Saat mencari jasa penyewaan motor, Bella menemukan sebuah akun penyedia rental melalui TikTok. Akun dengan nama pengguna @sewamotor33 tersebut berada di jajaran atas hasil pencarian sehingga membuatnya percaya bahwa layanan yang ditawarkan merupakan usaha penyewaan yang dapat dipercaya.

Tanpa terlebih dahulu membandingkan dengan penyedia jasa lain, Bella kemudian menghubungi nomor WhatsApp yang tercantum pada profil akun tersebut. Ia bermaksud menyewa tiga unit sepeda motor.

"Aku lagi cari sewa motor untuk ke GWD besok pagi karena jalan ke sana macet di pelabuhan. Iseng scroll, nemulah akun ini yang direkomendasikan TikTok. Salahku juga tidak membandingkan dengan akun lain, jadi aku langsung transaksi saja," tulisnya.

Komunikasi pada tahap awal berlangsung seperti transaksi penyewaan pada umumnya. Namun, persoalan muncul ketika pihak yang mengaku sebagai pengelola rental meminta uang jaminan atau deposit sebesar Rp475.000 untuk setiap unit kendaraan.

Deposit tersebut disebut sebagai jaminan apabila terjadi kerusakan maupun kehilangan kendaraan. Bella kemudian mengikuti instruksi pembayaran yang diberikan hingga total uang yang ditransfer, termasuk biaya sewa dan jaminan, mencapai Rp1,7 juta.

Kecurigaan baru muncul setelah transaksi dilakukan. Bella mencoba memeriksa nomor telepon yang digunakan pihak penyedia jasa melalui aplikasi identifikasi nomor kontak Getcontact.

Hasil pemeriksaan membuatnya terkejut. Nomor tersebut telah mendapatkan sejumlah tanda dari pengguna lain yang mengarah pada dugaan penipuan. Di antaranya terdapat label seperti "Penipu Sewa Motor Hati Hati" dan "Jangan Transfer Kesini".

Bella kemudian berupaya meminta pengembalian uang yang telah ditransfer. Namun, dana yang dibayarkan tidak kunjung kembali meski permintaan refund telah disampaikan berulang kali.

Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian setelah pengalaman Bella beredar di media sosial.

Pemilik usaha rental sepeda motor yang sebenarnya, yang beralamat di wilayah Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi, turut memberikan klarifikasi melalui akun media sosial resminya. Pihak usaha membenarkan adanya pencatutan nama dan alamat bisnis mereka oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Hallo Kak, itu alamat usaha saya yang dipakai penipu di akun TikTok. Tolong jika ingin sewa kendaraan lebih teliti lagi. Cek nomor kontak di Google Maps apakah sesuai dengan akun yang tertera di media sosial," tulis pemilik usaha rental motor asli melalui akun Threads @sewamotorbanyuwangi89.

Menurut klarifikasi tersebut, identitas usaha rental yang asli digunakan oleh oknum untuk meyakinkan calon korban dalam menawarkan jasa penyewaan sepeda motor melalui TikTok.

Pihak rental kemudian mengingatkan masyarakat dan wisatawan yang akan berkunjung ke Banyuwangi agar tidak terburu-buru melakukan transaksi hanya karena menemukan akun penyewaan di media sosial.

Calon penyewa disarankan melakukan pemeriksaan silang terhadap identitas penyedia jasa. Salah satunya dengan mencocokkan nomor telepon yang digunakan dalam komunikasi dengan informasi kontak resmi yang tercantum pada layanan peta digital seperti Google Maps.

Wisatawan juga perlu mencermati pola transaksi yang ditawarkan. Permintaan pembayaran deposit dalam jumlah tertentu, desakan untuk segera mentransfer uang, serta perbedaan nomor kontak antara akun media sosial dan informasi bisnis resmi patut menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Threads
wisatawan Banyuwangi penipuan online penipuan rental motor sewa motor Banyuwangi Grand Watu Dodol