RADAR BANYUWANGI – Upaya penyelamatan seorang pemuda berinisial BS, 26, warga Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, berlangsung dramatis pada Sabtu (5/9). BS ditemukan berada di dasar sumur selama hampir delapan jam setelah menceburkan diri pada pagi hari. Proses evakuasi sempat buntu karena korban terus mengamuk dan petugas harus memastikan keselamatan korban sekaligus personel sebelum akhirnya berhasil mengangkatnya dalam kondisi selamat.
Peristiwa tersebut membuat warga sekitar geger. Berdasarkan keterangan di lokasi, BS diduga mengalami kondisi seperti kesurupan sebelum masuk ke dalam sumur. Namun, dugaan tersebut merupakan keterangan situasi yang disampaikan warga dan bukan diagnosis medis.
Proses evakuasi dilakukan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar). Koordinator Damkar Genteng, Sutikno, mengatakan personel harus ekstra hati-hati karena kondisi korban tidak memungkinkan untuk langsung didekati.
“Korban berada di dasar sumur dan kondisinya mengamuk, bahkan mengeluarkan suara seperti mengaum. Jadi petugas tidak bisa langsung melakukan evakuasi,” ujar Sutikno di lokasi kejadian.
Hampir 8 Jam di Dasar Sumur
Lamanya korban berada di dalam sumur menjadi persoalan tersendiri bagi tim penyelamat. Selain kondisi korban yang belum tenang, petugas juga harus mengantisipasi risiko kesehatan akibat terlalu lama berada di lingkungan dingin dan minim ruang gerak.
Sutikno menyebut BS telah berada di dasar sumur hampir delapan jam. Kondisi tersebut membuat risiko hipotermia menjadi salah satu hal yang harus diantisipasi selama proses penyelamatan.
“Kurang lebih sudah hampir delapan jam korban berada di dalam sumur,” katanya.
Situasi mulai berubah setelah warga meminta bantuan seseorang yang dipercaya memiliki kemampuan spiritual untuk datang ke lokasi. Setelah dilakukan pembacaan mantra dan pembakaran dupa, menurut keterangan di lokasi, kondisi BS perlahan mereda.
Tak lama kemudian, BS disebut mulai sadar dan kondisinya berubah lemas. Pemuda tersebut lantas berteriak meminta pertolongan agar segera dikeluarkan dari sumur.
“Begitu korban sudah sadar, dia langsung meminta bantuan untuk dikeluarkan. Saat itu kondisinya sudah lemas, sehingga kami langsung bergerak untuk melakukan evakuasi,” jelas Sutikno.
Rekan Korban Ikut Turun ke Sumur
Momentum tersebut langsung dimanfaatkan petugas Damkar untuk menuntaskan proses penyelamatan. Rekan korban turut membantu dengan turun ke dasar sumur.
Tim kemudian melakukan evakuasi secara hati-hati hingga BS berhasil dibawa ke permukaan.
“Bisa dibantu naik tanpa kendala, alhamdulillah korban selamat meski sempat melompat ke dalam sumur,” tutur Sutikno.
Tidak ada laporan luka serius yang dialami BS dalam kejadian tersebut.
Bagi petugas, keberhasilan evakuasi bukan sekadar persoalan mengangkat korban dari dasar sumur. Kondisi korban yang sempat tidak terkendali membuat strategi penyelamatan harus disesuaikan dengan situasi di lapangan.
Petugas Tak Mau Gegabah
Sutikno menegaskan, keselamatan korban dan personel menjadi pertimbangan utama selama proses evakuasi. Petugas tidak bisa mengambil risiko dengan langsung mendekati korban ketika kondisinya masih mengamuk.
“Prinsipnya kami tidak bisa gegabah. Apalagi korban masih mengamuk, sehingga keselamatan korban dan petugas harus sama-sama diperhatikan. Begitu kondisinya sudah tenang, proses evakuasi bisa dilakukan,” pungkasnya.
Setelah berhasil dievakuasi, BS langsung mendapatkan pemeriksaan medis. Petugas Medis Puskesmas Karangsari, Dedy I., mengatakan kondisi fisik BS secara umum berada dalam keadaan normal.
Pemeriksaan tersebut juga belum dapat memastikan adanya dugaan depresi. Saat diajak berkomunikasi, BS disebut sudah mampu memberikan respons dua arah dengan baik.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, kondisi badan BS secara umum dalam keadaan normal. Untuk dugaan depresi juga belum dapat dipastikan, lantaran saat diajak komunikasi, korban sudah bisa merespons secara dua arah dengan baik,” terang Dedy.
Peristiwa di Temuasri itu berakhir tanpa korban jiwa. Setelah hampir delapan jam berada di dasar sumur, BS berhasil dievakuasi dan menjalani pemeriksaan medis.(sas/aif)
Editor : Ali Sodiqin