Api Kepung Kawah Ijen, Impian Bulan Madu Wisatawan Prancis Sirna

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 01:00 WIB
Rencana bulan madu wisatawan Perancis di Ijen berantakan, Kevin gagal lihat blue fire karena kawasan pendakian mengalami kebakaran. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Rencana bulan madu wisatawan Perancis di Ijen berantakan, Kevin gagal lihat blue fire karena kawasan pendakian mengalami kebakaran. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Api biru atau blue fire yang selama ini menjadi magnet wisatawan dunia di Kawah Ijen mendadak lenyap di balik kepulan asap kebakaran. Dampaknya bukan sekadar menutup panorama eksotis gunung, tetapi juga memaksa wisatawan membatalkan agenda perjalanan dan membuat warga yang menggantungkan hidup dari pariwisata ikut cemas.

Kevin, wisatawan asal Prancis, menjadi salah satu yang harus menelan kekecewaan tersebut. Datang ke Banyuwangi bersama istrinya untuk menikmati momen bulan madu, langkah Kevin justru terhenti di kaki Gunung Ijen setelah mengetahui kawasan menuju kawah ditutup akibat kebakaran.

Rencana mengabadikan momen berdua dengan latar kawah belerang pun kandas.

"Waktu liburan kami sangat terbatas. Saya hanya memiliki waktu dua minggu untuk menjelajahi keindahan Indonesia. Sebelum ke sini, kami baru saja menghabiskan waktu menikmati fajar di Gunung Bromo," ujar Kevin.

Waktu yang sempit membuat Kevin tidak punya banyak pilihan. Daripada menunggu kondisi Ijen kembali aman, dia memilih melanjutkan perjalanan menuju Bali.

Gagal Menikmati Ijen, Kevin Pilih Bantu Petugas

Kekecewaan itu tidak membuat Kevin meninggalkan Banyuwangi begitu saja. Sebelum melanjutkan perjalanan, wisatawan Prancis tersebut justru melakukan sesuatu yang sederhana tetapi berarti.

Dia memborong sejumlah air mineral dalam kemasan kardus dari toko di sekitar kawasan Paltuding. Air tersebut kemudian diberikan kepada petugas lapangan yang sedang berjibaku memadamkan kebakaran di kawasan Gunung Ijen.

"Saya hanya bisa berharap kabut asap ini segera hilang, kebakaran di Ijen segera padam, dan kondisi alamnya bisa cepat pulih seperti sedia kala," tutur Kevin.

Bagi Kevin, momen bulan madu memang gagal. Namun, setidaknya dia masih bisa meninggalkan pesan kecil berupa dukungan kepada para petugas yang tengah bekerja menghadapi kobaran api.

Jalur Pendakian Ijen Ditutup

Kebakaran yang melanda kawasan konservasi Gunung Ijen membuat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengambil langkah tegas. Seluruh jalur pendakian menuju puncak kawah ditutup sementara.

Penutupan dilakukan untuk dua kepentingan sekaligus. Pertama, memastikan keselamatan wisatawan dari ancaman asap dan kobaran api. Kedua, memberikan ruang bagi tim gabungan agar proses pelokalan dan pemadaman kebakaran dapat berlangsung lebih leluasa.

Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember Purwantono mengatakan proses pemadaman menghadapi medan yang berat.

Vegetasi di kawasan Ijen dalam kondisi kering. Rumput alang-alang, semak belukar, hingga tumpukan ranting kering menjadi bahan bakar alami yang membuat api lebih cepat menjalar.

"Kondisi embusan angin kencang di atas gunung juga memperparah keadaan, membuat bara api lebih mudah melompat dan merambat ke area hutan yang lebih luas," kata Purwantono.

Karena itu, jalur pendakian belum bisa dibuka kembali sebelum kondisi di kawasan puncak benar-benar aman dan kondusif.

Puluhan ojek troli terpaksa parkir di Paltuding gara-gara kawasan Ijen terbakar. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Puluhan ojek troli terpaksa parkir di Paltuding gara-gara kawasan Ijen terbakar. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Bukan Cuma Wisatawan yang Terpukul

Dampak kebakaran tidak berhenti pada gagalnya agenda wisatawan. Aktivitas ekonomi warga yang selama ini hidup dari kunjungan wisatawan Ijen ikut terguncang.

Sejak kebakaran terjadi, pemandangan di sekitar Paltuding berubah drastis. Ratusan troli wisata yang biasanya berjejer menunggu wisatawan mulai dievakuasi ke lokasi yang dinilai lebih aman.

Para pekerja ojek troli memilih mengamankan armada mereka karena khawatir api bergerak turun dan mencapai kawasan sekitar pintu masuk.

Lilik, 56, pekerja ojek troli asal Desa Tamansari, mengatakan warga memilih bergerak bersama-sama untuk menyelamatkan aset yang menjadi sumber penghasilan mereka.

Sedikitnya 180 warga di wilayah tersebut menggantungkan penghasilan keluarga dari jasa ojek troli. Armada yang biasa beroperasi mencapai sekitar 200 unit.

"Kami pilih gotong royong mengevakuasi roda-roda troli ini menjauh ke tempat yang lebih aman dari potensi jangkauan titik kebakaran," ujar Lilik.

Kebakaran Ijen akhirnya menghadirkan persoalan berlapis. Di satu sisi, api mengancam vegetasi kawasan konservasi dan keselamatan petugas. Di sisi lain, penutupan jalur wisata membuat wisatawan harus mengubah rencana, sementara warga di sekitar Paltuding menghadapi ancaman kehilangan sumber pendapatan.

Untuk sementara, Blue Fire Ijen belum menjadi tujuan yang bisa dinikmati wisatawan. Keselamatan menjadi prioritas hingga api benar-benar terkendali dan kawasan dinyatakan aman kembali. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Wisata Ijen kebakaran Ijen blue fire Ijen gunung ijen wisata banyuwangi