Santri Keracunan MBG Sidoarjo Belum Terjawab, Dinkes Tunggu Hasil Laboratorium

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 12:31 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmita Herawati. (Ardini Pramitha/JawaPos.com)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmita Herawati. (Ardini Pramitha/JawaPos.com)

RADAR BANYUWANGI — Penyebab dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa dan santri setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo belum terungkap. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo telah mengambil sampel muntahan korban dan bahan makanan untuk diperiksa di laboratorium kesehatan di Surabaya, dengan hasil analisis diperkirakan baru keluar sekitar satu pekan.

Pengambilan sampel dilakukan pada Selasa (1/9) malam, setelah kasus dugaan keracunan terjadi. Pemeriksaan laboratorium menjadi salah satu langkah untuk mengetahui apakah keluhan yang dialami para siswa dan santri berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi.

Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmita Herawati mengatakan, sampel yang diperiksa meliputi muntahan korban dan bahan makanan.

“Belum ada hasil. Muntahan dengan bahan makanan,” kata Lakhsmita saat ditemui di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Rabu (2/9).

Menurut Lakhsmita, pemeriksaan sampel membutuhkan waktu. Hasil analisis diperkirakan baru dapat diketahui sekitar satu minggu karena proses pemeriksaan dilakukan di Surabaya.

“Di Surabaya. Biasanya sih kurang lebih satu minggu,” ujarnya.

Dinkes Tak Hanya Menunggu Hasil Laboratorium

Meski hasil laboratorium belum tersedia, Dinkes Sidoarjo tidak akan menjadikan pemeriksaan sampel sebagai satu-satunya dasar untuk mengungkap penyebab kejadian.

Investigasi juga diarahkan pada seluruh proses penyediaan makanan. Mulai dari makanan selesai diolah, didistribusikan kepada penerima, hingga makanan dikonsumsi.

Menurut Lakhsmita, proses tersebut penting untuk memastikan apakah standar operasional prosedur (SOP) penyediaan MBG telah diterapkan dengan benar.

“Sebetulnya yang paling penting adalah bukan hasilnya itu. Yang paling penting adalah sikap kita bagaimana terkait kalau misalnya ini terbukti karena permasalahan produk olahannya atau bahannya,” jelasnya.

Dinkes bersama pihak terkait akan mengevaluasi penerapan SOP, termasuk rentang waktu sejak makanan selesai diproduksi hingga dikonsumsi.

“SOP-nya dijalankan atau tidak. Kemudian kan ini dari makanan datang sampai dengan dikonsumsi itu kan ada batas waktunya. Nah, ini sudah betul atau tidak itu yang perlu kita investigasi,” tegas Lakhsmita.

BGN Ikut Dilibatkan

Investigasi kasus dugaan keracunan MBG di Sidoarjo juga akan melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Pelibatan tersebut dilakukan untuk menelusuri kemungkinan penyebab munculnya keluhan pada siswa dan santri, sekaligus mengevaluasi rangkaian penyediaan makanan bergizi gratis.

Dengan demikian, pemeriksaan tidak hanya berfokus pada makanan yang telah dikonsumsi, tetapi juga mencakup proses pengolahan, distribusi, penyimpanan, hingga waktu makanan diterima dan disantap.

Langkah tersebut penting untuk memastikan titik persoalan apabila nantinya hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kaitan antara makanan dan keluhan kesehatan yang dialami para korban.

566 Siswa dan Santri Mengalami Keluhan

Sementara itu, hingga Rabu (2/9), sekitar 566 siswa dan santri dilaporkan mengalami sejumlah keluhan setelah menyantap MBG.

Sebanyak 88 orang masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit.

Keluhan yang dialami mayoritas korban meliputi pusing, mual, muntah, dan diare. Dinkes Sidoarjo menyatakan kondisi pasien yang masih menjalani perawatan secara umum stabil.

Pemerintah daerah kini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sekaligus menjalankan investigasi terhadap seluruh proses penyediaan MBG.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai penyebab kejadian, sekaligus menjadi dasar evaluasi agar standar keamanan pangan dalam penyediaan MBG dapat diperketat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : jawapos.com
MBG Sidoarjo Manbaul Hikam Dinkes Sidoarjo keracunan mbg makanan bergizi