RADAR BANYUWANGI — Kepanikan melanda Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, setelah ratusan siswa mendadak mengalami mual dan muntah sekitar dua jam setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Rabu (2/9), sebanyak 516 siswa diduga mengalami keracunan, dengan 427 di antaranya telah diperbolehkan pulang dan 88 lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Kronologi kejadian itu diceritakan Baqiyah, salah seorang wali santri Ponpes Manbaul Hikam. Perempuan asal Sukodono, Sidoarjo, tersebut mendapat cerita langsung dari putrinya yang berada di lingkungan pesantren ketika kejadian berlangsung.
Menurut Baqiyah, para santri menerima makanan MBG sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, aktivitas belajar mengajar masih berlangsung seperti biasa.
Namun, situasi berubah beberapa jam kemudian.
“Sekitar jam 13.00 WIB anak-anak dapat makan MBG. Kemudian setelah salat Asar, atau sekitar pukul 15.00 WIB, para santri mulai bertumbangan di kelas masing-masing,” ungkap Baqiyah, Rabu (2/9).
Mual dan Muntah Muncul Bersamaan
Gejala yang dialami para santri muncul hampir bersamaan. Mereka mulai merasakan mual hingga muntah setelah sebelumnya menyantap menu MBG.
Kondisi tersebut kemudian memicu kepanikan di lingkungan pesantren. Para santri yang mengalami keluhan kesehatan harus mendapatkan penanganan medis dan sebagian di antaranya dirujuk ke rumah sakit.
Putri Baqiyah menjadi salah satu santri yang sempat menjalani perawatan. Dia dibawa ke RS Siti Hajar, Sidoarjo, pada Selasa (1/9) malam.
Kondisinya kini berangsur membaik sehingga diperbolehkan pulang. Meski demikian, sejumlah keluhan kesehatan masih dirasakan.
“Sekarang sudah dibawa pulang, meski masih mengalami diare, tapi sudah tidak terlalu parah,” kata Baqiyah.
516 Siswa Terdampak
Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan jumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap MBG mencapai 516 orang.
Dari total tersebut, 427 siswa telah dinyatakan boleh pulang setelah mendapatkan penanganan. Sedangkan 88 siswa masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di wilayah Sidoarjo.
Data tersebut menggambarkan besarnya dampak kejadian yang berlangsung di lingkungan Ponpes Manbaul Hikam. Penanganan terhadap para siswa hingga kini menjadi prioritas, sementara penyebab pasti munculnya gejala kesehatan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Kronologi dari wali santri menunjukkan bahwa keluhan kesehatan mulai muncul sekitar dua jam setelah makanan MBG dikonsumsi. Namun, waktu munculnya gejala tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa makanan MBG merupakan penyebab pasti.
Kasus ini masih berstatus dugaan keracunan, sehingga penentuan penyebab harus menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi dari pihak berwenang.
Penanganan Berlanjut
Dengan sebagian besar siswa telah diperbolehkan pulang, perhatian kini tertuju pada 88 siswa yang masih menjalani perawatan. Mereka mendapatkan pemantauan medis sesuai kondisi masing-masing.
Peristiwa di Ponpes Manbaul Hikam sekaligus menjadi sorotan terhadap pelaksanaan program MBG di lingkungan pendidikan. Selain memastikan seluruh siswa yang terdampak mendapat perawatan, penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi dan rangkaian distribusinya menjadi bagian penting untuk mengungkap penyebab kejadian.
Untuk sementara, kesimpulannya jelas: ratusan siswa Ponpes Manbaul Hikam mengalami gejala kesehatan setelah menyantap MBG, dengan 516 siswa tercatat terdampak menurut keterangan Bupati Sidoarjo. Sebanyak 427 sudah pulang, sedangkan 88 masih dirawat. Penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : jawapos.com