RADAR BANYUWANGI – Uang kertas yang telah disobek-sobek ditemukan menjadi hiasan dinding rumah AR, pria yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) dan videonya saat membakar Al Quran viral di media sosial. Temuan tersebut didapati polisi ketika melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah AR di Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Rabu (2/9).
Temuan uang kertas itu menjadi salah satu petunjuk yang menguatkan keterangan keluarga bahwa AR, pria berusia sekitar 40 tahun, mengalami depresi sejak 2019. Polisi kini masih mencari keberadaan AR setelah video pembakaran Al Quran yang direkamnya sendiri di depan rumah beredar di jagad maya.
Dalam video yang diunggah melalui story akun media sosial pribadinya pada Selasa malam (1/9), AR terlihat membolak-balik halaman mushaf Al Quran sebelum membakarnya.
Di tengah aksinya, AR berkali-kali mengucapkan kalimat “Khatam Al Quran”. Dia juga sempat mengacungkan ibu jari ke arah kamera.
Video tersebut kemudian ramai diperbincangkan. Polisi bersama pemerintah setempat bergerak mendatangi lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus mencegah warga melakukan tindakan main hakim sendiri.
Kapolsek Muncar AKP Kusmin melalui Kanit Reskrim Ipda Sujarwadi Putra membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, berdasarkan keterangan keluarga, AR mengalami depresi.
“Iya, pria itu mengalami depresi. Saat ini keberadaannya masih dalam pencarian,” ujar Sujarwadi, kemarin (2/9).
Uang Kertas Disobek Jadi Hiasan
Olah TKP yang dilakukan polisi di rumah AR menemukan sejumlah benda yang dinilai menunjukkan kondisi tidak biasa.
Beberapa uang kertas ditemukan dalam kondisi telah disobek-sobek. Potongan uang tersebut kemudian digunakan sebagai hiasan pada dinding rumah.
Menurut Sujarwadi, kondisi tersebut turut menguatkan keterangan keluarga mengenai kondisi kejiwaan AR. Keluarga menyebut AR mengalami depresi sejak 2019.
Selain menemukan uang kertas yang telah disobek dan ditempel di dinding, petugas mengamankan sisa Al Quran yang hangus terbakar sebagai bagian dari penanganan perkara.
“Kalau menurut keluarga, yang bersangkutan mengalami depresi sejak tahun 2019,” jelasnya.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mendalami peristiwa pembakaran Al Quran tersebut, termasuk memastikan rangkaian kejadian dan keberadaan AR.
“Masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” kata Sujarwadi.
Sempat Dikabarkan Berada di Srono
Pencarian terhadap AR juga dilakukan pemerintah Kecamatan Muncar bersama kepolisian. Staf Trantibum Kecamatan Muncar Slamet Hariyadi membenarkan adanya ODGJ yang merekam aksi pembakaran Al Quran kemudian mengunggahnya ke media sosial.
Petugas sempat menerima informasi mengenai keberadaan AR di wilayah Desa Bagorejo, Kecamatan Srono. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi.
Namun, AR tidak ditemukan ketika petugas tiba di tempat tersebut.
“Tadi sempat ada info keberadaannya di daerah Desa Bagorejo, Kecamatan Srono. Namun, saat didatangi sudah tidak ditemukan,” terang Slamet.
Hingga kemarin, keberadaan AR masih belum diketahui. Polisi dan pemerintah setempat terus melakukan pencarian sekaligus berupaya menjaga situasi di lingkungan masyarakat tetap aman dan kondusif. (*)
Editor : Ali Sodiqin