Ilalang Kering Terbakar, Api Nyaris Jilat Perumahan Diraya Residence Genteng Banyuwangi

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 09:33 WIB
Petugas Damkarmat Sektor Genteng memadamkan api yang membakar ilalang kering di Dusun Resomulyo, Desa Gentengwetan, Kecamatan Genteng, sore Senin (31/8). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
Petugas Damkarmat Sektor Genteng memadamkan api yang membakar ilalang kering di Dusun Resomulyo, Desa Gentengwetan, Kecamatan Genteng, sore Senin (31/8). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kepulan asap pekat mendadak membumbung di dekat permukiman Perumahan Diraya Residence, Dusun Resomulyo, Desa Gentengwetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Senin sore (31/8). Kebakaran lahan ilalang kering sekitar pukul 15.30 itu sempat membuat warga panik karena lidah api merambat cepat dan nyaris menjangkau rumah.

Kebakaran terjadi di lahan yang ditumbuhi ilalang kering dengan luas puluhan meter persegi. Kondisi tanaman yang mudah terbakar, ditambah embusan angin, membuat api dengan cepat membesar hingga muncul dua titik kobaran yang lokasinya berdekatan.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh oknum tak bertanggung jawab. Meski begitu, penyebab pasti kebakaran masih berdasarkan dugaan dari kondisi di lokasi.

Kepala Dusun (Kadus) Resomulyo Bisri menuturkan, asap pertama kali terlihat oleh warga yang melintas di sekitar kawasan perumahan. Awalnya, warga mengira kepulan tersebut berasal dari aktivitas pembakaran sampah biasa.

Namun, dalam hitungan menit, asap semakin tebal. Api kemudian terlihat membesar dan menjalar melalui ilalang kering di sekitar permukiman.

“Awalnya warga mengira hanya pembakaran sampah biasa. Tapi selang beberapa menit, asap makin tebal dan api langsung membesar menjalar ke ilalang kering di sekeliling perumahan,” ujar Bisri saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Situasi sempat mencekam ketika kobaran api bergerak mendekati rumah warga. Khawatir api menjalar ke bangunan, warga langsung bergerak secara swadaya menggunakan peralatan seadanya.

Ember, selang air, hingga keprak kayu digunakan untuk melokalisasi api pada titik yang berada paling dekat dengan dinding rumah.

“Warga bergerak cepat mengambil ember, selang air, hingga keprak kayu untuk melokalisasi api pada titik yang dekat dengan dinding rumah. Beruntung kesigapan warga berhasil memadamkan titik utama itu sebelum menjangkau bangunan,” tambah Bisri.

Sementara itu, satu titik lainnya masih menyisakan kobaran. Penanganan kemudian dilanjutkan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Sektor Genteng yang tiba setelah menerima laporan dari warga.

Koordinator Damkarmat Sektor Genteng Sutikno mengatakan, petugas langsung melakukan pemadaman sekaligus pembasahan intensif pada titik kedua. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bara tidak tertinggal di bawah tumpukan ilalang.

“Setiba di lokasi, kami fokus melakukan pemadaman pada titik kedua yang masih menyala serta pembasahan menyeluruh,” ujar Sutikno.

Menurut Sutikno, proses penanganan berlangsung relatif cepat berkat kesigapan masyarakat di sekitar lokasi. Namun, material ilalang yang kering dan tebal tetap menjadi perhatian karena berpotensi kembali terbakar jika bara api tidak benar-benar padam.

“Karena material ilalang ini sangat kering dan tebal, jika tidak dibasahi sampai ke akarnya, angin bisa memicu api kembali berkobar,” jelasnya.

Dia pun mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar lahan kering, terutama tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Kebakaran lahan ilalang di kawasan Perumahan Diraya Residence itu akhirnya berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke rumah warga. Kesigapan warga dan penanganan petugas Damkarmat menjadi kunci agar kobaran api tidak berubah menjadi kebakaran permukiman. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Damkarmat Genteng kebakaran lahan Kebakaran Genteng Ilalang terbakar Diraya Residence