RADAR BANYUWANGI - Palang perlintasan kereta api di Mangkang, Kota Semarang, sempat dibuka setelah sebuah kereta api melintas pada Sabtu (29/8) sekitar pukul 07.25 WIB.
Sejumlah pengendara disebut sudah mulai memasuki area rel sebelum palang kembali ditutup karena kereta lain akan melintas dari arah berlawanan.
Tidak ada kecelakaan maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Namun, situasi itu sempat menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan yang berada di sekitar perlintasan.
Berdasarkan informasi yang disampaikan warga, kejadian bermula ketika kereta api bergerak dari arah barat menuju timur dan melintas di perlintasan Mangkang.
Setelah kereta pertama melewati lokasi, palang perlintasan kemudian dibuka sehingga kendaraan mulai bergerak melintasi jalur rel.
Tidak lama berselang, palang kembali ditutup setelah terdapat kereta lain yang bergerak dari arah timur menuju barat.
Pada saat itu, sejumlah pengendara disebut sudah memasuki area perlintasan.
Kondisi tersebut membuat pengguna jalan harus menghentikan laju kendaraannya ketika palang kembali ditutup.
Beruntung, tidak terjadi tabrakan ataupun kecelakaan dalam peristiwa tersebut.
Hingga kini, penyebab palang perlintasan sempat dibuka di antara perjalanan dua kereta dari arah berlawanan belum diketahui secara pasti.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang menyatakan masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman atas informasi kejadian tersebut.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti informasi yang diterima sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melalui pembinaan terhadap petugas yang bersangkutan.
“Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap informasi yang beredar. KAI Daop 4 Semarang berkomitmen untuk memastikan setiap aspek keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan menjadi perhatian utama,” ujar Luqman, Minggu (30/8).
KAI Daop 4 Semarang juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.
Menurut KAI, situasi di perlintasan Mangkang dapat menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan maupun masyarakat di sekitar lokasi.
Peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bagi KAI untuk meningkatkan kedisiplinan dan pengawasan di lapangan.
Evaluasi diperlukan agar potensi kejadian serupa dapat diminimalkan dan aspek keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan tetap terjaga.
“Kejadian ini menjadi perhatian dan bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan kedisiplinan serta pengawasan di lapangan, sehingga kejadian serupa dapat dihindari dan aspek keselamatan senantiasa terjaga,” kata Luqman.
KAI juga mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap aspek keselamatan di perlintasan sebidang.
Informasi yang disampaikan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses evaluasi terhadap kondisi di lapangan.
Bagi pengguna jalan, kejadian ini menjadi pengingat agar tetap berhati-hati ketika melintasi jalur kereta api.
Pengendara disarankan untuk memastikan kondisi rel benar-benar aman dengan memperhatikan arah datangnya kereta sebelum melanjutkan perjalanan, termasuk ketika palang perlintasan telah terbuka.
Kewaspadaan tetap diperlukan karena perlintasan sebidang merupakan titik pertemuan antara jalur kendaraan dan perjalanan kereta api.
Pengguna jalan diharapkan tidak hanya bergantung pada palang, tetapi juga memperhatikan situasi di sekitar perlintasan.
“Terima kasih atas informasi dan perhatian yang telah disampaikan. Sekali lagi kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” pungkas Luqman.
Editor : Lugas Rumpakaadi