RADAR BANYUWANGI - Insiden yang dialami KMP Perkasa Prima 5 mengalami trobel mesin saat menyebrangi Selat Bali, Sabtu (29/8) rupanya disebabkan matinya mesin kiri kapal.
Kondisi itu sempat membuat kapal terbawa arus dan keluar jalur hingga ke sekitar perairan Pulau Santen.
Dari berita acara yang dikeluarkan Nahkoda Kapal KMP Perkasa Prima 5, Dadang Priyantoni kejadian bermula saat posisi kapal yang berangkat dari Gilimanuk berada di tengah laut.
Sekitar pukul 16.20 WITA kapal mengalami trouble mesin hingga membuat kapal terseret arus ke Selatan.
Tak lama nahkoda menghubungi LPS Gilimanuk untuk melaporkan kondisi kapal.
Nahkoda juga meminta bantuan kepada KMP Trima Jaya 9 yang sedang kosong tanpa muatan untuk melakukan towing kepada KMP Perkasa Prima 5.
Namun karena kuatnya arus, sekitar pukul pukul 17.30 WIB tali yang digunakan untuk menarik kapal terputus.
Sehingga nahkoda memutuskan untuk memindahkan penumpangnya ke KMP Trima Jaya 9.
Proses evakuasi dilakukan di tengah lautan.
Penumpang kemudian dibawa ke dermaga MB II Ketapang.
Setelah para penumpang berhasil dipindahkan, KMP Trima Jaya tersebut kembali ke perairan dengan membawa muatan tali.
Proses evakuasi kapal dilanjutkan sampai kemudian KMP Perkasa Prima 5 bisa bersandar di dermaga LCM.
Kepala KSOP Tanjungwangi, Captain Purgana mengatakan tidak ada korban dalam peristiwa ini.
Kejadian tersebut terjadi akibat kapal tersebut melangalami trobel mesin induk kiri.
"Kapal sudah dibawa ke pelabuhan LCM Ketapang, semua muatan dibongkar di sana," tegasnya.
Kepala Cabang PT Armada Berkat Makmur, Faizin, menjelaskan bahwa kapal tersebut mengandalkan dua mesin penggerak.
Saat berada di laut satu mesin penggerak rusak sehingga kapal membutuhkan bantuan untuk bisa sampai ke dermaga.
"Kapal sudah bongkar di Ketapang, kemudian bergeser ke dermaga AL untuk pengecekan dan perbaikan," pungkasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi