Gangguan KA Malabar di Klaten Berdampak ke Logawa, Perjalanan Terlambat 26 Menit

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:41 WIB
Kereta Api Logawa rute Ketapang (Banyuwangi)-Purwokerto PP kini hadir dengan tambahan kereta eksekutif stainless steel mulai 28 April 2026. (Lugas Rumpakaadi/Radar Banyuwangi)
Kereta Api Logawa rute Ketapang (Banyuwangi)-Purwokerto PP kini hadir dengan tambahan kereta eksekutif stainless steel mulai 28 April 2026. (Lugas Rumpakaadi/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Perjalanan Kereta Api (KA) Logawa relasi Purwokerto–Ketapang mengalami keterlambatan sekitar 26 menit pada Kamis (27/8).

Keterlambatan tersebut terjadi sebagai dampak gangguan operasional setelah KA Malabar relasi Bandung-Malang tertemper truk di wilayah antara Srowot dan Klaten.

Gangguan terjadi sekitar pukul 01.25 WIB di perlintasan sebidang JPL 295, tepatnya Km 143+3/4 jalur hulu antara Srowot–Klaten.

Insiden tersebut menyebabkan lokomotif KA Malabar mengalami anjlokan dua as pada satu bogie.

Menindaklanjuti kejadian itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) langsung melakukan koordinasi dengan tim teknis untuk menangani kondisi di lokasi.

KAI juga menyiapkan Kereta Penolong dari Depo Lokomotif Yogyakarta untuk mendukung proses evakuasi serta pemulihan jalur.

Dampak penanganan gangguan turut dirasakan penumpang KA Logawa.

Kereta relasi Purwokerto-Ketapang sempat tertahan di emplasemen Stasiun Surabaya Gubeng sebagai bagian dari pengaturan operasional untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

Kondisi tersebut membuat perjalanan KA Logawa mengalami keterlambatan sekitar 26 menit.

Dampaknya kemudian berlanjut pada waktu kedatangan kereta di sejumlah stasiun yang berada di wilayah operasional Daop 9 Jember, termasuk Banyuwangi.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan yang terdampak.

Menurutnya, langkah penanganan terus dilakukan secara terkoordinasi dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar - besarnya kepada seluruh pelanggan KA Logawa atas keterlambatan perjalanan yang terjadi akibat adanya gangguan operasional di wilayah Klaten. KAI terus berupaya melakukan penanganan secara cepat dan terkoordinasi agar perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” ujar Cahyo.

Berdasarkan laporan operasional, KA Logawa tiba di Stasiun Jember pada Kamis (27/8) pukul 19.15 WIB. Selanjutnya, kereta tiba di Stasiun Ketapang pada pukul 21.45 WIB.

KAI Daop 9 Jember menyebut perjalanan kereta api lainnya, baik keberangkatan maupun kedatangan di wilayah Daop 9 Jember, tetap berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Sementara itu, proses evakuasi sarana di lokasi terdampak telah selesai dilakukan.

KAI mengimbau pelanggan untuk terus memantau informasi perjalanan, terutama jadwal kedatangan, karena kondisi operasional kereta api dapat berubah menyesuaikan situasi di lapangan.

Cahyo menegaskan, KAI akan melakukan evaluasi terhadap penanganan gangguan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan layanan.

Perusahaan kereta api milik negara ini juga memastikan aspek keamanan dan kenyamanan pelanggan tetap menjadi perhatian dalam setiap perjalanan.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang. Kami mengucapkan terima kasih atas kesabaran, pengertian, dan kerja sama seluruh pelanggan selama proses penanganan gangguan berlangsung,” pungkas Cahyo.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Keterlambatan kereta api KA Malabar tertemper truk KA Logawa ketapang banyuwangi KAI Daop 9 Jember