RADAR BANYUWANGI - Sejumlah perjalanan kereta api menuju wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengalami keterlambatan pada Kamis (27/8) akibat gangguan operasional di wilayah Daop 6 Yogyakarta.
Gangguan tersebut terjadi pada petak jalan Srowot-Klaten dan berdampak terhadap perjalanan kereta api yang melintas menuju wilayah Daop 8 Surabaya.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak.
KAI menyebut pengaturan perjalanan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan serta aspek keselamatan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan gangguan di wilayah Daop 6 Yogyakarta membuat sejumlah perjalanan harus diatur ulang.
Menurutnya, koordinasi dilakukan agar operasional dapat kembali berjalan secara aman.
“KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan yang terjadi," ujarnya.
KAI menyatakan proses evakuasi sarana akibat gangguan pada petak Srowot–Klaten telah selesai.
Setelah evakuasi, petugas melanjutkan pemantauan dan pengaturan perjalanan untuk memulihkan pola operasi secara bertahap serta mengurangi dampak keterlambatan terhadap kereta api lainnya.
Berdasarkan pemantauan pada Kamis pagi, beberapa perjalanan yang menuju wilayah Daop 8 Surabaya tercatat mengalami keterlambatan cukup signifikan.
KA 68 Malabar relasi Bandung–Malang menjadi salah satu perjalanan yang terdampak.
Kereta tersebut berada di Stasiun Palur pada pukul 06.48 WIB dengan keterlambatan 297 menit.
Keterlambatan itu berkaitan dengan gangguan operasional setelah kereta tertemper truk di JPL 295 pada jalur hulu antara Srowot–Klaten, wilayah Daop 6 Yogyakarta.
KA Malabar diperkirakan tiba di Stasiun Malang pukul 11.49 WIB.
Sementara itu, PLB 84B Sancaka relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng berada di Stasiun Madiun pada pukul 09.41 WIB dengan keterlambatan 63 menit.
Perjalanan tersebut diperkirakan tiba di Stasiun Surabaya Gubeng pukul 11.50 WIB.
PLB 7002A Gajayana Tambahan relasi Gambir–Malang juga mengalami keterlambatan.
Pada pukul 09.48 WIB, kereta berada di Stasiun Walikukun dengan keterlambatan 35 menit dan diperkirakan tiba di Malang pukul 14.25 WIB.
Selain itu, KA 278 Sri Tanjung relasi Lempuyangan–Surabaya Kota tercatat berada di Stasiun Kedunggalar pada pukul 09.46 WIB dengan keterlambatan 50 menit.
Kereta tersebut diperkirakan tiba di stasiun tujuan pada pukul 13.19 WIB.
KAI menegaskan estimasi kedatangan tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi operasional.
Karena itu, pelanggan diminta memperhatikan informasi terbaru yang disampaikan petugas di stasiun maupun di dalam kereta, serta melalui kanal resmi KAI.
Di tengah proses pemulihan, KAI juga menyediakan service recovery bagi pelanggan yang terdampak sesuai ketentuan yang berlaku.
Bentuk kompensasi layanan disesuaikan dengan durasi keterlambatan dan dapat berupa minuman, makanan ringan, dan/atau makanan berat.
“Service recovery kami berikan sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian KAI kepada pelanggan yang terdampak," katanya.
Mahendro menambahkan bahwa KAI memahami keterlambatan dapat mengganggu agenda perjalanan pelanggan.
Karena itu, petugas terus melakukan koordinasi dan penanganan agar perjalanan kembali normal tanpa mengesampingkan keselamatan.
“Kami sangat mengapresiasi kesabaran, pengertian, dan kepercayaan pelanggan kepada KAI," pungkasnya.
KAI mengimbau penumpang tetap tenang, mengikuti arahan petugas, serta tidak hanya berpatokan pada jadwal awal karena waktu perjalanan dapat berubah selama masa pemulihan.
Informasi operasional akan terus diperbarui berdasarkan kondisi terkini di lapangan.
Editor : Lugas Rumpakaadi