Rekening Aktivis Pati Diblokir, Nasabah Bank Mandiri Ramai Gunting Kartu ATM

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:02 WIB
Aksi menggunting kartu ATM Bank Mandiri mencuat di media sosial setelah rekening aktivis Pati Supriyono alias Botok disebut diblokir menjelang rencana demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026. (ChatGPT)
Aksi menggunting kartu ATM Bank Mandiri mencuat di media sosial setelah rekening aktivis Pati Supriyono alias Botok disebut diblokir menjelang rencana demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Bank Mandiri tengah mendapat sorotan setelah rekening milik aktivis asal Pati, Supriyono alias Botok, diblokir ketika akun tersebut disebut digunakan untuk menyimpan dana pribadi sekaligus donasi bagi aksi warga.

Pemblokiran terjadi pada Jumat, 21 Agustus 2026, atau beberapa hari menjelang rencana demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Saat pemblokiran dilakukan, saldo rekening tersebut disebut berada di kisaran Rp80,9 juta.

Informasi mengenai pemblokiran itu kemudian mendapat perhatian luas di media sosial dan memunculkan berbagai reaksi dari masyarakat.

Bank Mandiri menyatakan tindakan tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum.

Pihak bank juga menegaskan bahwa proses pemblokiran dilakukan dengan mengacu pada prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Pernyataan tersebut belum meredam kritik di media sosial.

Sebagian warganet justru menyerukan aksi protes dengan mengajak nasabah memindahkan saldo dari Bank Mandiri.

Seruan itu muncul sebagai bentuk kekecewaan terhadap keputusan pemblokiran rekening yang dikaitkan dengan rencana aksi demonstrasi.

Salah satu bentuk protes yang mencuri perhatian adalah aksi menggunting kartu ATM Bank Mandiri.

Dalam unggahan akun Threads @luthfi_erl, terlihat kartu ATM dipotong menggunakan gunting.

Unggahan tersebut disertai keterangan, “Udah ngerasa gak aman, bye mandiri”.

Aksi itu kemudian mendapat beragam tanggapan.

Sejumlah pengguna media sosial mengunggah video serupa dengan memperlihatkan kartu ATM Bank Mandiri yang telah dipotong.

Bagi sebagian warganet, tindakan tersebut dianggap sebagai simbol dukungan kepada warga yang akan mengikuti aksi di Jakarta.

Seorang pengguna dengan akun lydia*** menuliskan dukungannya melalui kolom komentar.

Ia menyebut aksi tersebut sebagai salah satu cara menyampaikan keberatan bagi mereka yang tidak dapat hadir langsung dalam demonstrasi.

“Big respect buat kk pembuat utas, semoga protes dari kita ini, khususnya aku yg gabisa ikut demo turun langsung ke lokasi, menjadi salah satu bentuk dukungan utk yg demo besok,” tulisnya.

Komentar bernada keras juga muncul dari pengguna lain.

Salah satunya menilai persoalan tersebut sebagai bentuk pertentangan antara bank dan masyarakat.

“@bankmandiri Lu salah pilih lawan. Rakyat lu lawan,” tulis akun tersebut.

Selain soal aksi protes, sejumlah warganet juga mengaitkan polemik ini dengan tingkat kepercayaan nasabah terhadap industri perbankan.

Ada yang menilai dampaknya tidak hanya berpotensi dirasakan Bank Mandiri, tetapi juga dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap bank lain.

“Akhrnya BANK MANDIRI kena getahnya di tinggalkan nasabahnya ini juga berlaku buat BANK LAIN Aku pada mu brooo,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Kritik terhadap Bank Mandiri juga terlihat pada akun Instagram resmi perusahaan.

Setelah kabar pemblokiran rekening Supriyono mencuat, kolom komentar akun tersebut dipenuhi tanggapan dari warganet yang mempertanyakan keputusan pemblokiran.

Di sisi lain, Bank Mandiri sebelumnya telah memberikan penjelasan bahwa pemblokiran tersebut dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum.

Dengan demikian, pihak bank menyatakan tindakan itu bukan keputusan sepihak yang diambil untuk menghentikan rencana aksi demonstrasi.

Polemik tersebut kini berkembang menjadi persoalan kepercayaan publik.

Di tengah rencana demonstrasi pada Kamis, 27 Agustus 2026, reaksi berupa seruan pemindahan dana dan pemotongan kartu ATM menunjukkan bahwa isu pemblokiran rekening tidak hanya dibicarakan sebagai persoalan administratif perbankan, tetapi juga telah menjadi bagian dari perdebatan publik di media sosial.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Sindonews Lifestyle
Supriyono Botok rekening diblokir aktivis Pati bank mandiri aksi demonstrasi